James Moffett Mundur, Harga Saham Freeport Turun 9%

redaksi.co.id - James Moffett Mundur, Harga Saham Freeport Turun 9% Pendiri Freeport-McMoran Inc James Moffett mengundurkan diri dari puncak pimpinan di perusahaan telah membuat harga saham...

31 0

redaksi.co.id – James Moffett Mundur, Harga Saham Freeport Turun 9%

Pendiri Freeport-McMoran Inc James Moffett mengundurkan diri dari puncak pimpinan di perusahaan telah membuat harga saham Freeport McMoran Inc jatuh di awal pekan ini.

Harga saham Freeport turun 9 persen menjadi US$ 6,86 di awal pekan ini. Bahkan selama Moffet menjadi komisaris utama, saham Freeport McMoran telah turun signifikan dari US$ 60 menjadi US$ 7.

“Sejak (Moffett) telah mencapai puncak pimpinan, saham Freeport telah turun dari US$ 60 menjadi US$ 7,” ujar Analis Tigress Financial Partners Ivan Feinseth seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (29/12/2015).

Ia menambahkan, saat saham Freeport mendekati level US$ 60, manajemen memutuskan untuk diversifikasi ke logam dan pertambangan menjadi minyak. “Jadi itu akan menjadi keputusan yang buruk lain,” kata dia.

Moffett (77) memainkan peran kunci dalam pengembangan tambang emas dan tembaga Grasberg di Indonesia, dan salah satu terbesar di dunia.

“Setelah pertimbangan cermat, direksi menyimpulkan kalau perubahan posisi ketua merupakan kepentingan terbaik dari perusahaan dan pemegang sahamnya,” ujar juru bicara perusahaan dalam sebuah email.

Moffett dan dewan komisaris sepakat untuk menerima pengunduran diri Moffett. Sebelumnya pemegang saham Freeport McMoran Carl Icahn telah mengkritik manajemen Freeport soal belanja modal, struktuktur modal, dan kompensasi di tengah harga komoditas melemah.

Manajemen perusahaan akan mengurangi jumlah direksi dari sembilan menjadi 16, dan memisahkan bisnis minyak dan gas dari operasi pertambangan. Freeport memasuki bisnis minyak dan gas pada 2013 dengan mengakuisisi Plains Explorations senilai US$ 9 miliar.

Moffett telah menjadi pimpinan Freeport sejak 1984, dan mendirikan McMoran oil and gas pada 1969.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!