Buru terompet sampul Alquran, FPI & GPK gelar sweeping di Pekalongan

247

redaksi.co.id – Buru terompet sampul Alquran, FPI & GPK gelar sweeping di Pekalongan

Organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Pemuda Kabah (GPK) melakukan sweeping kepada penjual terompet di Pekalongan Jawa Tengah, Selasa malam (29/12).

Sweeping dilakukan untuk mencari terompet bersampul Alquran.

Sebelum melakukan sweeping, kedua ormas tersebut menggelar pertemuan di salah satu rumah tokoh FPI Shodiq sekitar pukul 19.00 WIB.

Setelah itu, disepakati melakukan sweeping di semua lokasi, yang diindikasikan ada penjual terompet.Puluhan anggota dari kedua ormas tersebut dibagi dalam 3 kelompok untuk menyisir semua lokasi di Pekalongan dan sekitarnya.

Korlap aksi, Taqwa, dari anggota FPI mengatakan, dalam aksinya kali ini pihaknya berjanji tidak anarkis.”Konsepnya kita beli dan periksa, jika ada terompet yang mengandung unsur Alquran maka segera laporkan ke polisi biar segera ditindak,” serunya.Pihaknya sadar, jangan sampai tindakan mereka merugikan pedagang atau warga kecil, sehingga aksi mereka harus meminimalisir konflik.

Dimulai pukul 21.00 WIB, salah satu tim melakukan sweeping awal di Alun-alun Kota Pekalongan.

Selain mendatangi salah satu minimarket, juga mencari pedagang terompet.Massa kemudian bergerak ke arah Utara, menyisir pedagang terompet di titik kumpul massa, seperti di Kraton, THR dan lapangan Jetayu.Ketiga tim bergabung di Lapangan Mataram, Pekalongan Barat, untuk lanjut menyisir di daerah Pekalongan Timur.

Sampai perbatasan di Banyuurip, mereka kembali ke arah kota.Namun setelah semua lokasi disisir ternyata tidak menemukan sama sekali pedagang terompet.

Beberapa minimarket yang biasanya buka 24 jam juga terlihat tutup gerbangnya, walaupun terlihat lampu masih menyala.Wakapolres Pekalongan Kota, Kompol Mashudi yang turut mengawal aksi kedua ormas tersebut menerangkan, pihaknya memang mengawal sesuai perjanjian kedua belah pihak.”Kami tidak bisa membatasi hak mereka, namun kami kawal agar aksinya sesuai koridor. Terbukti selama aksi sweeping bisa berjalan tertib dan tidak anarki,” ucapnya.Sampai selesai aksi sweeping pukul 23.00 WIB, massa tidak menemukan terompet yang dimaksud.

Akhirnya massa, kembali ke titik awal di rumah Shodiq di Jalan Sumatera Bendan Pekalongan timur, dan kemudian membubarkan diri.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

loading...

Comments

comments!