6 Hal yang Wajib Ditunggu di MotoGP 2016

redaksi.co.id - 6 Hal yang Wajib Ditunggu di MotoGP 2016 Gebyar MotoGP 2016 memang baru dimulai pada 20 Maret 2016 saat seri pertama di Sirkuit Losail...

13 0

redaksi.co.id – 6 Hal yang Wajib Ditunggu di MotoGP 2016

Gebyar MotoGP 2016 memang baru dimulai pada 20 Maret 2016 saat seri pertama di Sirkuit Losail Qatar bergulir. Meski begitu, antusiasme pecinta balapan motor untuk menanti aksi jagoan mereka tentu sudah tinggi saat tahun berganti menjadi 2016.

Seperti diketahui, MotoGP 2015 menjadi antiklimaks bagi Valentino Rossi, pembalap Yamaha. Menguasai poin sejak seri pertama, Rossi malah tersungkur di seri terakhir MotoGP Valencia pada 8 November lalu.

Maka itu, publik bakal penasaran seperti apa penampilan para pembalap nanti di 2016. Banyak pertanyaan yang muncul soal peluang jagoan-jagoan mereka utamanya fans Rossi, Lorenzo dan Marc Marquez.

Apakah Marquez kembali bisa rebut mahkota juaranya yang hilang? Atau ada perang jilid dua di MotoGP 2016? Berikut enam hal yang mungkin paling ditunggu pecinta MotoGP di 2016 seperti dilansir crash.net:

1.Bagaimana hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez?

Hubungan Rossi dengan Marquez memanas saat MotoGP Malaysia bergulir. Puncaknya terjadi ketika Rossi seperti dengan sengaja jatuhkan Marquez dari lintasan sirkuit Sepang pada tikungan ke-14.

Nah,Pantas dinanti apakah Rossi atau Marquez tetap berselisih atau melupakan begitu saja konflik di 2015?

2. Akhir dari Era Open Class

Ini menjadi akhir dari era open class. Open Class dibuat untuk membedakan tim pabrikan dengan tim privat yang masih sulit bersaing. Beberapa kompensasi diberikan untuk tim open class seperti isi tangki bensin yang lebih banyak ketimbang tim pabrikan.

Tapi semua itu kini berakhir. Regulasi baru motoGP menetapkan jika semua tim sama dan mewajibkan semua pembalap gunakan satu perangkat elektronik (ECU) di 2016. Sebelumnya, tim pabrikan bebas meracik ECU sendiri kini hal itu sudah dibatasi.

Selain itu, pembalap juga harus gunakan ban Michelin sebagai pengganti Bridgestone yang menjadi ban resmi. Yang pasti, grid tak akan dibedakan lagi antara tim pabrikan atau open class.

3. Bisakah Honda Perbaiki Mesinnya?

Wakil Presiden HRC, Shuhei Nakamoto menyesalkan salahnya strategi pengembangan mesin. Kesalahan itu sudah dirasakannya sejak pramusim di Sepang tahun lalu.

Saat masalah di mesin akan diperbaiki,larangan untuk otak atik mesin sudah terbit. Padahal seri pertama MotoGP Qatar bakal digelar. Kini, Honda sudah pecahkan masalah itu dan terciptalah motor Honda RCV 2016. Diharapkan tunggangan untuk Marquez dan Dani Pedrosa ini bisa lebih moncer.

4. Menanti Aksi Berikutnya Suzuki

Suzuki lakukan “debut” lumayan pada 2015 dengan empat kali start terdepan. Lalu mereka juga finis 6 besar tiga kali lewat duo Aleix Espargaro dan Maverick Vinales.

Memang Suzuki dapatkan kompensasi ban lebih lunak musim lalu seperti yang didapatkan tim open class dan Ducati. Namun pantas ditunggu gebrakan Suzuki yang akhirnya pakai Seamless Gearbox di 2016. Motor 2016 disebutkan bakal komplet.

5. Gebrakan Redding dan Ducati

Penampilan Scott Redding dengan Marc VDS Honda musim lalu memang mengecewakan. Hanya di balapan basah yaitu di Silverstone dan Misano, dia tampil bagus. Di Silverstone dia rebut posisi 6, Misano (3).

Namun musim ini, Redding tampil meyakinkan dengan tim baru Pramac Ducati. Dia memimpin catatan waktu di tes privat Sirkuit Jerez November tahun lalu.

Apakah Redding benar-benar menjadi ancaman pembalap mapan seperti Rossi, Lorenzo, Pedrosa, Andrea Dovizioso, Andrea Iannone dan Marquez? Pantas ditunggu.

6. Stoner Turun Gunung?

Kemungkinan Casey Stoner turun gunung boleh jadi yang paling dinanti pecinta MotoGP. Ducati seperti diketahui punya memori fantastis bareng Stoner yang juara pada 2007 lalu. Pembalap asal Australia ini adalah pahlawan bagi pabrikan asal Italia tersebut.

Podium juara terakhir juga masih dipegang Stoner hingga saat ini yaitu ketika dia menang pada 2010.Banyak yang menduga Stoner bakal turun gunung di Sirkuit Philip Island, Australia. Stoner sudah paham karakter sirkuit ini dan bahkan bisa disebut “raja” Philip Island.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!