Kenang Salim Kancil, Menteri Marwan pelototi desa perusak lingkungan

redaksi.co.id - Kenang Salim Kancil, Menteri Marwan pelototi desa perusak lingkungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, meminta masyarakat mengenang perjuangan aktivis Salim...

12 0

redaksi.co.id – Kenang Salim Kancil, Menteri Marwan pelototi desa perusak lingkungan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, meminta masyarakat mengenang perjuangan aktivis Salim Kacil yang tewas akibat menolak tambang ilegal.

Untuk itu, perlu ada perhatian khusus bagi aparatur desa tidak memihak terhadap lingkungan.

“Saya secara pribadi dan atas nama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah, dan Transmigrasi, sangat-sangat berduka. Saya meminta masyarakat mengenang Salim Kancil,” kata Marwan dalam keterangan pers kepada merdeka.com, Minggu (3/1).Imbauan itu diungkapkan Marwan ketika menghadiri peringatan 100 hari meninggalnya aktivis lingkungan, Salim Kancil.

Dia juga melihat sosok Salim Kancil perlu mendapat apresiasi atas perjuangannya melawan sikap aparatur daerahnya yang sewenang-wenang merusak lingkungan di di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.”Dia (Salim Kancil) sadar, dampaknya tidak hanya hari itu saja, tapi generasi mendatang akan bernasib lebih buruk lagi jika lingkungan daerahnya rusak,” ujarnya.Maka dari itu, Marwan menegaskan, diperlukan tata kelola secara baik dan profesional untuk penambangan di tiap daerah.

Sebab, jika lingkungan rusak maka akan berdampak bencana dan korban jiwa masyarakat akan terus mengancam.Perlawana Salim Kancil, kata dia, seharusnya diikuti masyarakat lainnya di Indonesia yang melihat ada ketidakberesan di wilayahnya.

“Yang paling penting, perlawananan masyarakat tidak anarkis dan tidak ada kepentingan pribadi. Harus berdasarkan kepentingan bersama,” ujarnya.Agar kasus ini tidak terulang lagi, Marwan menawarkan solusi dengan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) atau usaha kelompok desa lainnya.

Unit usaha milik desa yang sumber anggarannya dari dana desa ini, berfungsi untuk mengelola berbagai usaha masyarakat, sehingga manfaatnya juga bisa dirasakan bersama.”Keberadaan BUMDesa sebagai wadah penguatan ekonomi pedesaan. Tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa, akan tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai sosial dan tradisi gotong royong antar masyarakat yang saat ini sudah mulai terkikis,” terangnya.Dia menambahan, dengan BUMDesa juga masyarakat bisa sama-sama saling memiliki dan menjaga aset yang dimiliki desa.

“Intinya, dana desa yang digelontorkan pemerintah yang sekarang menjadi hak desa, harus dikelola dengan baik. Selain untuk BUMDesa, juga untuk infrastruktur dan sarana penunjang desa lainnya,” tegasnya.”Apalagi tahun ini (2016) dana desa akan digelontorkan lebih besar atau sekira Rp800 juta Tidak hanya itu saja, mekanisme pencairan ke desa juga akan dipermudah. Yang terpenting, pengelolaannya bertanggung jawab. Saya juga kembali ingatkan kepada masyarakat, agar membantu mengawasinya. Jangan sampai dana desa dikelola untuk kepentingan pribadi,” tambahnya.Seperti diketahui, meninggalnya Salim Kancil dilatarbelakangi perselisihan antara para petani produksi pertaniannya dan warga penambang pasir.

Para petani geram lingkungan mereka rusak adanya kegiatan itu.

Sekelompok warga pro penambangan pasir diduga menganiaya Salim Kancil pada akhir September 2015, hingga tewas.Selain Salim, beberapa orang diduga menganiaya Tosan, petani yang juga menentang aktivitas penambangan pasir.

Tosan luput dari maut dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Dalam kasus itu, terungkap melibatkan puluhan orang dan salah satunya adalah Kepala Desa setempat.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!