Biarawati Korban Kejahatan Pintu Goyang Hanya Berdoa Ketika Disekap

167

redaksi.co.id – Biarawati Korban Kejahatan Pintu Goyang Hanya Berdoa Ketika Disekap

Biarawati Fransis Lydia Sumiati mengisahkan peristiwa perampokan yang menimpa dirinya pada 5 Juni 2015 lalu di hadapan Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Hari Nugroho.

Penuturan Lydia ini disampaikan di ruang kerja Kapolresta pada Senin (4/1/2016).

Lydia, Ketua STIE Gentiaras, mengatakan, ketika itu ia hendak menuju tempatnya bekerja di STIE Gentiaras sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat berada di jalan, ada satu mobil yang ditumpangi dua tersangka Nanang dan Lukman menghampirinya dan para tersangka menanyakan mengenai alamat Jalan Ratu.

Lydia memberitahu bahwa alamat yang dimaksud, lalu keduanya meminta dia mengantarkan ke alamat tersebut bersama mereka menggunakan mobil.

Lydia lalu naik mobil dan ketika sampai di dekat STIE Gentiaras, ia meminta turun.

Mobil berhenti dan Lydia hendak membuka pintu tapi terkunci. Ia mengulangi kedua kalinya tapi pintu tetap terkunci.

Tiba-tiba seorang pelaku memukuli Lydia.

Satu orang itu memukul wajah saya berkali-kali hingga saya tidak bisa melihat, cerita dia.

Lydia hanya bisa berdoa agar cepat diturunkan.

Saya merasa takut diperkosa karena tersangka menindih saya. Jadi saya hanya bisa berdoa, imbuhnya, beruntung ketika sampai di tempat sepi, pelaku menurunkan Lydia.

Ia sempat sempoyongan berjalan beberapa meter mencari pertolongan sampai akhirnya tiba di sebuah warung dan ia ketuk.

Seorang perempuan keluar lalu kaget melihat kondisi baju Lydia penuhi darah.

Beruntung, kata Lydia, ia mengingat nomor telepon temannya.

Lalu perempuan tadi menghubungi temannya dan memberitahukan kondisi Lydia.

Tak lama temannya menjemput Lydia dan membawanya ke rumah sakit.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

loading...

Comments

comments!