Kementerian BUMN Kaji Jual Saham Inalum

redaksi.co.id - Kementerian BUMN Kaji Jual Saham Inalum Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang melakukan penjajakan untuk melepas saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) keke...

20 0

redaksi.co.id – Kementerian BUMN Kaji Jual Saham Inalum

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang melakukan penjajakan untuk melepas saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) keke publik (go public) melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO).

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, go public merupakan alternatif untuk menghimpun dana bagi perseroan. Dia menilai, potensi perusahaan untuk hilirisasi membutuhkan dana yang besar. Apalagi, PT Freeport Indonesia juga akan divestasi saham.

“Kami memang sedang menjajaki untuk go public Inalum karena memang tergantung juga hal-hal apa saja yang akan dikembangkan di Inalum karena banyak potensi hilirisasi program Inalum maupun juga kemungkinan kalau memang diizinkan oleh pemerintah ataupun juga akan ada divestasi dari Freeport,” kata dia, Jakarta, Senin (4/1/2015).

Rini melanjutkan, Kementerian BUMN tidak hanya mengkaji perusahaan mana saja yang akan melepas saham ke masyarakat namun juga sedangmengkaji untuk memperbesar porsi saham yang dilepas kepada perusahaan-perusahaan yang sudah terbuka.

Menurut Rini, ada beberapa perusahaan yang kepemilikan yang beredar di publik masih kecil. Maka dari itu kepemilikan di publik mesti didorong supaya BUMN dapat melakukan ekspansi.

Seperti diketahui, jika Inalum jadi untuk mengambil sebagian saham Freeport maka perusahaan tersebut membutuhkan dana yang besar.Inalum sendiri sudah menyatakan kesediaannya untuk mengakuisisi sebagian saham Freeport jika pemerintah tak mengambil opsi tersebut dalam rencana divestasi saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Untuk menjalankan rencana tersebut, Inalum akan menunjuk konsultan.Direktur Keuangan Inalum, Oggy Achmad Kosasih mengatakan, perusahaan sedang melakukan perhitungan terkait kemampuan keuangan perseroan. Dia bilang, untuk menghitung rencana akuisisi tersebut, perusahaan akan menunjuk konsultan keuangan.

“Kami akan menunjuk konsultan keuangan yang melakukan perhitungan dari nilai saham yang ditawarkan Freeport nilainya berapa, lalu kami dari sisi BUMN menginginkan diberikan keleluasaan memberikan penilaian juga kewajaran apa yang ditawarkan Freeport yang nanti menjadi dasar negoisasi,” tuturnya.

Dia mengakui, butuh dana yang sangat besar untuk bisa mengakuisisi saham Freeport Indonesia tersebut. Perseroan sendiri mengupayakan dana pinjaman dari perbankan untuk bisa menjalankan aksi korporasi tersebut.”Kalau pendanaan kita upayakan pinjaman bisa mungkin yang paling cepat perbankan, bisa juga perbankan,” tuturnya.

Pembelian saham Freeport sendiri merupakan arahan dari Menteri BUMN Rini Soemarno. Selain Inalum, Rini juga menunjuk PT Aneka Tambang. (Amd/Gdn)

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!