5 Pekerjaan yang Rentan Punah di 2016

redaksi.co.id - 5 Pekerjaan yang Rentan Punah di 2016 Revolusi digital telah banyak membuat perubahan kepada hidup manusia, tak terkecuali dunia kerja. Menurut perusahaan konsultan McKinsey...

33 0

redaksi.co.id – 5 Pekerjaan yang Rentan Punah di 2016

Revolusi digital telah banyak membuat perubahan kepada hidup manusia, tak terkecuali dunia kerja. Menurut perusahaan konsultan McKinsey & Co, saat ini sekitar 45 persen kegiatan manusia di tempat kerja dapat digantikan oleh perangkat lunak atau mesin.

Angka itu besar kemungkinan akan meningkat di masa depan. Bahkan seorang pemimpin perusahaan selevel CEO menghabiskan waktu mereka melakukan pekerjaan yang bisa digantikan oleh mesin, begitu menurut penelitian McKinsey.

Dalam banyak industri, robot tidak bisa sepenuhnya bekerja tanpa munsia. Tapi pekerja di beberapa industri tampaknya semakin rentan punah terhadap kemajuan teknologi.

Berikut lima kategori pekerjaan tersebut:

1. Pekerja di industri tekstil, kemasan, pelapisan, pengecatan, dan pemotongan daging

Ini merupakan pekerjaan dengan keterampilan rendah dan bisa dilakukan oleh mesin canggih. Trennya sudah berlangsung cukup lama dan tidak ada tanda yang menunjukkan akan mereda.

2. Pembukuan, akuntansi, audit, dan penagihan

Banyak perangkat lunak sekarang dapat membantu individu dan perusahaan kecil melacak tagihan, faktur, dan pajak mereka. Namun, permintaan akan auditor dan akuntan yang lebih canggih masih sangat besar untuk menangani masalah keuangan yang kompleks.

3. Mekanik dan teknisi otomotif

Kendaraan sekarang banyak memakai perangkat lunak dan sering membutuhkan perbaikan digital ketimbang mekanik.

Banyak kendaraan terhubung dengan internet sehingga perbaikan perangkat lunaknya pun cukup memancarkan sinyal langsung dari kendaraan, tanpa perlu kunjungan ke dealer.

4. Operator konstruksi

Saat ini banyak mesin semakin efisien sehingga membutuhkan sedikit orang dalam menjalankannya.

5. Tukang roti dan tukang daging

Pekerjaan ini memang butuh tangan terampil. Tapi mesin canggih sekarang dapat menggantikannya dengan tambahan sedikit pengawasan para profesional. (Elsa/Ndw)

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!