Tanggapan JK soal Rokok Jadi Sumber Kemiskinan Warga RI

redaksi.co.id - Tanggapan JK soal Rokok Jadi Sumber Kemiskinan Warga RI Badan Pusat Statistik (BPS) mengemukakan rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar garis kemiskinan di Indonesia....

29 0

redaksi.co.id – Tanggapan JK soal Rokok Jadi Sumber Kemiskinan Warga RI

Badan Pusat Statistik (BPS) mengemukakan rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar garis kemiskinan di Indonesia. Sebagian masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan kuat untuk membeli rokok. Dampaknya, perusahaan rokok pun makin lama, makin untung.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai berkembangnya perusahaan rokok sampai jadi salah satu faktor penyebab kemiskinan di Indonesia sudah termasuk kategori lampu merah. Pemerintah pun akan mencari cara untuk membatasi peredaran rokok.

“Coba perusahaan apa yang sekarang terbesar di Indonesia salah satunya, hampir semua perusahaan rokok. Sampoerna sekarang begitu hebatnya. Bisnis rokok ini bukan turun, naik dia. Jadi memang itu suatu tanda yang lampu merah sebenarnya yang kita harus atasi,” kata JK, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/1/2016).

JK menegaskan rokok bukanlah kebutuhan pokok. Mereka yang terbiasa merokok harus meninggalkan kebiasaan tersebut, apalagi yang termasuk penghasilan bawah.

Pemerintah, lanjut JK, sebenarnya telah berusaha untuk menekan laju peredaran rokok di masyarakat. Caranya adalah dengan meninggikan bea cukai rokok.

“Sebenarnya pemerintah sudah mengambil kebijakan untuk terus menerus menaikkan cukai rokok. Kemarin sudah dinaikkan lagi,” tutur dia.

“Karena itu selalu di mana pun banyak negara pembatasan soal rokok itu diatur lewat kampanye juga dengan harga,” tambah JK.

Kepala BPS Suryamin sebelumnya mengatakan, rokok termasuk komoditas yang memberi kontribusi terbesar kedua sebesar 8,08 persen terhadap garis kemiskinan di perkotaan. Sedangkan di perdesaan kontribusinya 7,68 persen.

Suryamin mengatakan, konsumsi rokok membuat banyak orang Indonesia berada di bawah garis kemiskinan sehingga dianggap sebagai penduduk miskin. Pada September 2015, jumlah penduduk miskin tercatat 28,51 juta orang atau 11,13 persen dari total jumlah penduduk.

“Di perkotaan ataupun di perdesaan, rokok berada di urutan kedua sebagai penyumbang terbesar garis kemiskinan,” ujar Suryamin, di Kantor BPS, Senin 4 Januari 2016.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!