Meteor Lebih Tua dari Bumi Ditemukan di Pedalaman Australia

165

redaksi.co.id – Meteor Lebih Tua dari Bumi Ditemukan di Pedalaman Australia

Sebuah meteor yang diperkirakan berusia 4,5 miliar tahun berhasil digali oleh para peneliti Perth di Lake Eyre, sebuah kawasan terpencil di pedalaman Australia Selatan.

Seakan berpacu dengan waktu, para pakar geologi dari Curtin University, Perth berhasil menggali batu meteorit seberat 1,7 kilogram hanya beberapa jam sebelum hujan lebat yang dapat saja menghilangkan jejak itu.

Tim peneliti dari Curtin University ini telah berusaha melacak situs jatuhnya benda luar angkasa ini setelah sempat terlhat oleh warga setempat dan dengan lima kamera jarak jauh pada akhir November di daerah William Creek dan Marree.

Tapi pada malam tahun baru, sebagaimana terjadi juga di berbagai kota lainnya, turun hujan sangat lebat, dan membuat tim pnj tim seperti sedang mencari jarum ditumpukan jerami.

Pemimpin tim peneliti Curtin University, Phil Bland menggali batu meteor itu dengan tangan disebuah lubang berdiameter 42 sentimeter di bagian terpencil dari dasar danau yang mengering hanya beberapa jam sebelum turun hujan lebat yang bisa menyapu semua petunjuk yang tersisa.

“Umur batu meteor ini jauh lebih tua dari usia planet Bumi. Ini adalah batu tertua yang pernah dipegang manusia. Batu ini berasal dari luar orbit Mars, sehingga masuk antara Mars dan Jupiter,” katanya

Insinyur Mechatronic, Jonathan Paxman mengatakan lokasi jatuhnya meteor ini sangat sulit diakses, karena terletak lebih dari 6 kilometer dari bagian terpencil di pinggir danau Eyre dan permukaannya dipenuhi lumpur karena curah hujan yang tinggi.

“Fakta kita berhasil mengambil batu meteor itu sangat luar biasa, mengingat sulitnya medan menuju lokasi jatuhnya meteor tersebut,” kata Dr Paxman.

Professor Bland mengatakan batu meteor yang diduga jenis chondrite atau meteorit batuan, dapat memberikan contoh materi yang dibuat selama pembentukan awal tata surya lebih dari 4,5 miliar tahun yang lalu.

“Dan ini bukan hal sepele karena lembaga antariksa seperti NASA atau JAXA akan rela menghabiskan miliaran dolar untuk mencapai asteroid dan membawa sampelnya ke bumi, jadi saat ini kita berpeluang mempelajarinya tanpa harus mengeluarkan uang sebanyak itu,”

Para peneliti telah menanyakan kepada para pemilik tanah setempat, masyarakat Arabana, untuk memberi nama bagi batu meteor itu dalam bahasa mereka setelah fitur Kati Thanda-Lake Eyre.

Sementara itu tim peneliti ini juga telah berhasil mengidentifikasi 10 lagi lokasi jatuhnya meteor yang perlu diselidiki.

(red/hmad/yaiku/AS)

loading...

Comments

comments!