PSSI Tak Rela PT Liga Indonesia Koordinasi Dengan Tim Transisi

180

redaksi.co.id – PSSI Tak Rela PT Liga Indonesia Koordinasi Dengan Tim Transisi

PT Liga Indonesia harus gigit jari karena gagal mendapatkan rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk menggelar Indonesia Super League 2016. Hal itu dipastikan lewat surat balasan BOPI pada 5 Januari kemarin.

Alasannya, BOPI mewajibkan PT Liga sebagai operator untuk berkoordinasi dengan Tim Transisi Kemenpora terlebih dahulu dan menilai bahwa ISL masih merupakan produk dari PSSI yang statusnya saat ini tengah terkena sanksi administratif dari Kemenpora.

PSSI pun berkomentar tentang kewajiban PT Liga untuk berkoordinasi dengan Tim Transisi. Melalui sekretaris jenderalAzwan Karim, PSSI menegaskan bahwa PT Liga tidak boleh berkoordinasi dengan Tim Transisi.

“Saya kira satu suara PT Liga dan PSSI, enggak pernah beda suara apalagi terkait Tim Transisi, yang fungsi dan kewenangannya mengambil alih PSSI. Itu sama aja membohongi diri sendiri kalau PSSI membiarkan PT Liga berkoordinasi dengan Tim Transisi. Itu enggak mungkin,” ucap Azwan.

PSSI sebenarnya memperbolehkan PT Liga untuk menggelar turnamen jangka panjang atau kompetisi secara independen tanpa afiliasi dari PSSI. Namun, bukan berarti memberi izin PT Liga untuk menyeberangke Tim Transisi.

“Jadi, kalau mau melakukan turnamen independen kita enggak ada masalah yang penting sesuai koridor yang ada.”

“Kalau ke Tim Transisi enggak bisa, kalau PT Liga mau melakukan turnamen sendiri bisa. Enggak mungkin kita biarkan mereka masuk keTim Transisi dan seterusnya. Itu kan sama saja PSSI bilang ‘PSSI hilang dan kamu (PT Liga) ke sana.'”

PT Liga pun kini sedang memutar otak untuk tetap bisa menggulirkan kompetisi atau turnamen jangka panjang tahun ini.Beberapa opsi sudah disiapkan dan akan dibahas saat PT Liga menggelar pertemuan dengan klub, 15 Januari nanti.

(red/ochman/rief/RA)

loading...

Comments

comments!