Dilaporkan Kasus Pencemaran Nama, Ahok Dipanggil Polisi

redaksi.co.id - Dilaporkan Kasus Pencemaran Nama, Ahok Dipanggil Polisi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan siap dipanggil polisi terkait dengan kasus pencemaran nama.Dia...

23 0

redaksi.co.id – Dilaporkan Kasus Pencemaran Nama, Ahok Dipanggil Polisi

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyatakan siap dipanggil polisi terkait dengan kasus pencemaran nama.

Dia dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga, Yusri Isnaeni (32 tahun) yang merasa dicemarkan namanya karena dituduh maling ketika bertanya seputar penggunaan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Itu tugas polisi ya begitu, dia melapor, saya dipanggil, ya saya datang, jelasin,” ujarnya di Gedung Balai Kota Jakarta, Rabu, 6 Januari 2016.

Ahok merasa ia hanya menjalankan fungsinya sebagai gubernur untuk mengawasi pelaksanaan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang penggunaan KJP yang tidak boleh diuangkan atau tarik tunai, jadi hanya bisa menggunakan sistem debet.

“Kan memang fungsi saya yang mengeluarkan Pergub, kalau kamu uangkan ya itu korupsi,” kata dia.

Sebelumnya, Yusri memang datang menemui Ahok menanyakan penggunaan KJP dan mengaku telah menguangkan dana KJP di sebuah toko.

“Tugas saya menindak. Pas dia ngomong ke saya, ya saya katakan Anda salah. Makanya kan saya bilang ibu maling nih, curi uang, ” ucapnya lagi.

Selanjutnya, menurut Ahok, terdapat peraturan Bank Indonesia yang juga menyebutkan toko atau pedagang tidak boleh menggunakan kartu debet seperti KJP untuk menarik tunai.

“Itu nggak boleh, itu pelanggaran, jadi tugas saya sebagai pejabat publik ya mengamankan,” ujarnya.

Dia pun mengaku tidak merasa bersalah dan tidak gentar menghadapi laporan Yusri tersebut.

“Saya mengatakan yang benar, kamu yang nggak benar. Mau lapor, ya lapor aja,” katanya.

Dia mengatakan tak menutup kemungkinan jika nanti akan menuntut balik Yusri.

“Saya masih baik hati belum laporin pidana sekarang, termasuk toko yang nerima duit. Tunggu saja saya kalau baik hati sampai di mana,” ujar Ahok.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, kemarin mengatakan akan memanggil Ahok untuk dimintai keterangan sebagai tindak lanjut laporan Yusri.

“Setelah meminta keterangan pelapor, Ahok bisa saja dipanggil,” ujar Krishna di Jakarta, Selasa 5 Januari 2015.

Menurut Krishna, harus ada duduk perkara yang jelas dari kedua belah pihak.

“Hasilnya apakah mengandung unsur pencemaran nama baik atau tidak, ada ahli yang menangani hal tersebut. Sebagai awal kami konfirmasi dahulu,” ujarnya.

Kemarin, Yusri dipanggil oleh penyidik untuk menjalani BAP (berita acara pemeriksaan) atas kasus yang dilaporkannya.

Pengacara Yusri, Feldy Taha mengatakan, penyidik sudah mengantongi cukup alat bukti untuk memanggil Ahok.

Lebih lanjut, Feldy menjelaskan, kepolisian kini sudah memiliki dua alat bukti.

Dua alat bukti tersebut merupakan dua keterangan, yakni dari pihak pelapor dan dari media.

“Yang bersangkutan (Ahok) meneriaki klien saya maling, itu kan harus ada unsur pembuktian jangan langsung nyatakan ke publik. Maka dari itu bisa kena tindak pidana,” ujarnya.

Atas laporan Yusri tersebut, Ahok bisa dikenakan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dan Pasal 311 KUHP tentang fitnah. GHOIDA RAHMAH | INGE KLARA SAFITRI

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!