Ibu Kandung Angeline Setuju Kisah Anaknya Difilmkan

redaksi.co.id - Ibu Kandung Angeline Setuju Kisah Anaknya Difilmkan JAKARTA - Produser sekaligus pemilik rumah produksi Sonia Gandhi Cinema, Sonia Gandhi (23) menceritakan proses pembuatan film...

34 0

redaksi.co.id – Ibu Kandung Angeline Setuju Kisah Anaknya Difilmkan

JAKARTA – Produser sekaligus pemilik rumah produksi Sonia Gandhi Cinema, Sonia Gandhi (23) menceritakan proses pembuatan film ‘Angeline; Inspiring of True Story Angeline’.

Menurutnya, ada riset untuk pengumpulan data dan informasi selama tiga bulan sebelum film yang mengangkat kisah nyata tewasnya gadis cilik Angeline ini diproduksi.

Riset dilakukan di Bali sebelum melakukan produksi film Angeline ini, yakni mulai di sekeliling rumah Angeline hingga ke kepolisian di Bali.

Menurutnya, pihaknya juga telah mengajukan sejumlah perizinan kepada pihak-pihak terkait mengingat film Angelimne ini merupakan kisah nyata yang sempat menjadi perhartian nasional dan internasional serta saat ini kasusnya masih bergulir di pengadilan.

Di antaranya izin ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Perlindungan Anak dan Perempuan, Polda Bali, Gubernur Bali dan beberapa pihak lain. Sonia bersyukur sejauh ini belum ada pihak yang menyampaikan keberatan atas rencana pembuatan film Angeline ini.

Selain itu, mereka juga berkomunikasi dan meminta izin kepada orang tua Angeline.

“Saya juga komunikasi izin ke ibunda kandung Angeline dan ada pimpro, Indra, yang sudah menemui ibu kandungnya. Mereka setuju.

Saya juga sempat mengobrol lewat telepon dengan ibu kandungnya. Responsnya, Alhamdulillah positif, nggak keberatan,” ucapnya.

Sonia menegaskan, film Angeline ini bukan sekadar film komersil. Namun, film yang berupaya membawa sejumlah pesan positif kepada para penontonnya, yakni mengajak semua masyarakat untuk peduli terhadap anak-anak yang ada di sekitarnya agar apa yang menimpa Angeline tidak terulang kembali.

“Aku juga ingin mengajak semua orang, termasuk adik-adik, ketika mendapatkan tindak kekerasan, adik-adik harus berani menyampaikan apa yang dialami, semisal mendapatkan kekerasan, yah sampaikan kepada orang sekitar, misalnya guru atau warga sekitar,” ucapnya.

Sebagai orang yang bergelut di dunia perfilman, Sonia tak memungkiri dirinya berharap film ini akan booming atau ‘meledak’ sehingga menghasilkan benefit. Namun, ia pun sudah siap jika kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya.

“Harapan saya lainnya, yah pesan film ini bisa sampai ke penonton agar kita care terhadap anak-anak,” tukasnya. (Coz)

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!