Terungkap Transkrip Percakapan Rahasia Qaddafi dan Tony Blair Sebelum Dibunuh

redaksi.co.id - Terungkap Transkrip Percakapan Rahasia Qaddafi dan Tony Blair Sebelum Dibunuh Sebuah transkrip percakapan antara mantan pemimpin Libya Muammar Qaddafi dan mantan Perdana Menteri Inggris...

10 0

redaksi.co.id – Terungkap Transkrip Percakapan Rahasia Qaddafi dan Tony Blair Sebelum Dibunuh

Sebuah transkrip percakapan antara mantan pemimpin Libya Muammar Qaddafi dan mantan Perdana Menteri Inggris London, Tony Blair terungkap. Dari transkrip tersebut menunjukkan bahwa Muammar Qaddafi menegaskan dirinya tidak mendukung sama sekali kelompok teroris Alqaeda.

Percakapan telpon tertanggal 25 Februari 2011 tersebut, terjadi beberapa bulan sebelum Qaddafi dibunuh pada 20 Oktober 2011. Dalam transkrip percakapan tersebut, Blair terpaksa mengkonfirmasi Qaddafi di tengah puncak revolusi Libya yang semakin memanas. Qadafi menegaskan tidak ada konflik di Libya.

“Orang-orang menyebar rumor melalui tv, mereka itu dari Guantanamo, kita tahu nama dan mereka mendukung Alqaeda. Apakah anda mendukung Alqaeda?,” tanya Qaddafi kepada Blair dilansir dari IBtimes, Kamis (7/1). “Tidak, tidak sama sekali,” jawab Blair.

Dalam percakapan itu Qadafi menuduh Blair ingin menginvasi Libya. “Tampaknya Inggris ingin mengkolonisasi, saya harus mempersenjatai rakyat dan bersiap untuk berperang,” katanya kepada mantan Perdana Menteri Inggris dari partai Buruh ini.

“Biar saya perjelas, tidak ada rekolonisasi Libya. Libya untuk orang-orangnya,” jawab Blair.

“Cerita (Alqaeda) ini hanyalah sebuah organisasi yang telah dibentuk di Afrika Utara, sel-sel organisasi ini tidur dan akan aktif seperti yang sama terjadi pada Amerika pada 11 September sebelumnya,” tutur Qaddafi.

Transkrip percakapan ini sebagai bahan penyelidikan parlemen Inggris, setelah Inggris ikut serta dalam invasi ke rezim Qaddafi pada tahun yang sama. Dipercakapan itu, Blair berusaha meyakinkan Qaddafi untuk mundur dan mencapai resolusi damai untuk menghindari krisis. Pada saat itu Revolusi Libya sengaja dipercepat untuk membuat Qaddafi tertipu dan melihat ia menjadi musuh semua orang.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!