'El Chapo' Guzman, Buronan Paling Dicari Sedunia Tertangkap

235

redaksi.co.id – 'El Chapo' Guzman, Buronan Paling Dicari Sedunia Tertangkap

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto mengumumkan keberhasilan aparatnya mencokok Joaquin Guzman, sang raja kartel narkoba Kelompok Sinaloa. Buronan paling dicari di muka bumi versi Interpol itu kembali tertangkap selepas kabur dari penjara pada 11 Juli 2015.

“Misi telah tuntas. Saya ingin mengabarkan bahwa kriminal Meksiko bernama Joaquin Guzman berhasil kami tangkap,” kata Nieto melalui akun Twitter resminya, seperti dilansir El Nuevodia, Sabtu (9/1).

Aktor utama yang memburu penjahat berjuluk ‘El Chapo’ alias Si Pendek itu adalah tim marinir AL Meksiko. Pasukan elit akrab disebut ‘Semar’ ini menguber sang dedengkot kartel ke wilayah barat laut Sinaloa. Guzman kabarnya beberapa pekan terakhir bersembunyi di Kota Los Mochis.

“Dalam operasi ini, lima anggota kartel tewas, enam orang terluka termasuk satu personel marinir, tapi kini kondisinya membaik,” kata sumber pejabat AL kepada media lokal Meksiko, Efe.

Tembak menembak antara kartel dan anggota marinir terjadi selama beberapa jam dalam operasi yang digelar pada Jumat pagi waktu setempat itu. Aparat Meksiko menyita empat kendaraan antipeluru, ratusan magazin senapan mesin, serta sebuah peluncur roket.

El Chapo kabur dari Penjara Altiplano di pinggiran Ibu Kota Mexico City, dengan cara membangun terowongan sepanjang 1,4 kilometer. Bukan cuma itu, sang pemimpin Kartel Sinaloa ini bahkan memperoleh sepeda motor untuk melalui terowongan sempit tersebut.

El Chapo diperkirakan membayar USD 50 juta (setara Rp 66 miliar) untuk membiayai aksi pelariannya, termasuk demi menyogok sipir. Ongkos ini terhitung kecil, mengingat status Kartel Sinaloa sebagai pemasok narkoba utama di Amerika Latin hingga Eropa.

Sang bandar narkoba terkaya di Meksiko itu sekaligus bertanggung jawab atas perang antar geng sepanjang 2007 yang menyebabkan lebih dari 100 orang tewas, termasuk warga Amerika Serikat.

El Chapo terakhir kali dipenjara pada Februari 2014. Ketika itu, pemerintah Meksiko dan AS girang karena aktivitas Kartel Sinaloa diyakini akan melemah. Siapa sangka, pria bertinggi badan tak sampai 160 cm itu ternyata hanya betah dipenjara 1,5 tahun, lalu kabur lewat terowongan.

(red/aini/J)

loading...

Comments

comments!