Netflix Mengancam TV Berlangganan dan Industri Film Lokal

188

redaksi.co.id – Netflix Mengancam TV Berlangganan dan Industri Film Lokal

Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi mengungkapkan bahwa layanan streaming video film dan serial televisi dunia, Netflix, yang baru masuk Indonesia, bisa menjadi ancaman serius bagi pebisnis TV berlangganan.

“Tentu jadi ancaman serius. Yang paling terpukul dengan kehadiran Netflix adalah penyelenggara TV berlangganan,” kata Heru kepada Tempo, Sabtu, 9 Januari 2016. Heru mengatakan Netflix jauh lebih murah dari segi harga bila dibandingkan dengan harga paket yang ditawarkan TV berlangganan. Sekedar informasi, Netflix membandrol harga berlangganan yang bervariasi, mulai Rp 109 ribu untuk paket basic, Rp 139 ribu untuk paket standard dan Rp 169 ribu untuk paket premium dengan masa gratis satu bulan pertama.

“Sekarang TV berbayar itu ada Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu, tapi tayangannya bukan yang prime atau utama. Kalau mau yang prime kan bisa sampai Rp 400 ribu. Netflix lebih murah, dapat tayangan banyak,” katanya. Selain TV berlangganan, Heru menilai Netflix juga menjadi ancaman bagi industri film lokal.

“Kalau dihadapkan di pasar, pasti film lokal ditinggalkan, bioskop juga ditinggalkan. Pengaruhnya ke bisnis-bisnis yang ada saat ini,” katanya. Menurut Heru, produk film Indonesia yang berkualitas secara umum masih jauh dari film produksi luar negeri. Menurutnya, Indonesia masih tertinggal dari segi teknologi, karenanya film-film lokal dibuat secara instan yang hanya memakan waktu beberapa bulan. “Beda dengan produksi luar yang sampai bertahun-tahun. Tanpa mengesampingkan produk Indonesia, saya bilang secara umum masih jauh.”

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

loading...

Comments

comments!