Kereta Cepat Jauh Lebih Efisien Dibanding Pesawat

150

redaksi.co.id – Kereta Cepat Jauh Lebih Efisien Dibanding Pesawat

Pemerintah terus mendorong agar pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung berjalan sesuai dengan rencana. Setelah menggelar rapat pada pekan lalu, pemerintah memutuskan untuk segera melakukangroundbreakingpada 21 Januari 2016 di Walini, Bandung.

Langkah pemerintah untuk segera mewujudkan pembangunan kereta cepat tersebut diapresiasi olehDirektur Eksekutif Infrastructure Partnership Knowledge Center (IPKC) Harun Al Rasyid Lubis . Menurutnya, kereta cepat memang moda transportasi yang pantas untuk dikembangkan di Indonesia.

Sesuai dengan misi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju di tahun 2035, kereta cepat menjadi satu moda transportasi yang harus ada.

Harun mengaku, kereta cepat merupakan moda transportasi orang yang cukup efektif jika dibandingkan dengan moda transportasi lainnya seperti laut, darat dan udara.

“Kalau dikalkulasi dengan beragam moda, kereta cepat kalau dibandingkan dengan pesawat 7,5 kali efisiensi energinya daripada pesawat,” kata Harun saat berdiskusi dengan wartawan di Jakarta, Senin (11/1/2016).

“Kalau Jakarta-Bandung ini selesai dalam 3-4 tahuj mendatang, kalau cuma mau melanjutkan rute ke Surabaya, itu pasti lancar, tidak akan ada kesulitan yang berarti,” tegasnya.

Harun menambahkan, pada dasarnya jika membangun model transportasi, seperti proyek kereta api cepat harus memiliki tujuan dan memperhatikan mutu lingkungan hingga efisiensi energi.

“Membangun transportasi selalu berkaitan dengan lingkungan, bagaimana menghemat energi, memperpendek jarak setiap hari. Pertama, urusan meningkatkan mutu lingkungan, meski ada dampak langsung,” paparnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan meski saat ini masih terkendala perizinan dan pembebasan lahan, dengan kata lain, sebelum tanggal tersebut segala persoalan dapat segera diselesaikan.

“Intinya, proyek ini akan segera dijalankan pemerintah 21 Januari 2016. Harapan ground breaking bisa dilakukan. Perizinan sudah hampir selesai, harapannya 14 Januari 2016 perizinan sudah selesai semua,” kata Pramono.

Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Bintang Perbowo selaku pimpinan konsorsium menegaskan nantinya kereta cepat ini akan diintegrasikan dengan LRT yang bakal dibangun menuju pusat kota Bandung.

Mengenai pembangunan LRT, nantinya pemerintah Kota Bandung menyerahkan pembangunan LRT tersebut juga ke konsorsium pembangun kereta cepat. Untuk itu nantinya juga bakal ada Perpres penujukan konsorsium dalam pembangunan LRT itu.

“Kadangkala dari luar kota Bandung mau masuk bandung bisa-bisa 1-2 jam, sehingga dengan LRT mungkin hanya dalam hitungan menit. Mudah-mudahan ini bisa kita selesaikan izin-izinnya, tinggal 1-2 hari ini,” tegas Bintang.

Bintang menambahkan, penunjukannya untuk mengerjakan proyek LRT sepanjang 14 kilomter (km) diakuinya tidak akan sulit mengingat teknologi dan mejemen pengerjaannya tidak akan jauh beda dengan pengerjaan proyek kereta cepat.

Berdasarkan Feasibilty Study (FS) yang dilakukannya, direncanakan tiket kereta cepat Jakarta-Bandung ini seharga Rp 200 ribu per orang. Ditargetkan kedua proyek tersebut dapat selesai dibangun dan bisa dinikmati masyarakat pada semester I 2019.

(red/urista/urnamasari/NP)

loading...

Comments

comments!