Fenomena 'Gadget Nanny' Mewabah di Kalangan Orangtua

redaksi.co.id - Fenomena 'Gadget Nanny' Mewabah di Kalangan Orangtua Seringkali di pusat perbelanjaan atau restoran, sebuah keluarga sibuk dengan gadget masing-masing, termasuk balita. Karena kemajuan teknologi,...

7 0

redaksi.co.id – Fenomena 'Gadget Nanny' Mewabah di Kalangan Orangtua

Seringkali di pusat perbelanjaan atau restoran, sebuah keluarga sibuk dengan gadget masing-masing, termasuk balita. Karena kemajuan teknologi, ada banyak sekali aplikasi-aplikasi yang dapat Anda unduh agar dapat Si Kecil mainkan. Dari sekedar permainan kecil, hingga aplikasi yang menambah pengetahuannya.

Banyak sekali orangtua yang mengandalkan gadget sebagai pengasuh atau menenangkan Si Kecil ketika ia sedang menangis atau ngambek. Fenomena ini disebut dengan gadget nanny atau digital babysitter.

Situs consumeraffairs.com mencatat bahwa banyak orangtua yang menggunakan gadget sebagai pengasuh Si Kecil karena lebih praktis. Selain itu, orangtua juga membutuhkan me-time, jadi dalam seminggu minimal 2 kali mereka memberikan gadget untuk anak mainkan sementara mereka melakukan kegiatan kegemaran mereka.

Sebenarnya, benarkah menyerahkan Si Kecil pada gadget nanny? Menurut Dr. Jodi Gold, MD, penulis buku Screen-smart Parenting, sebetulnya orangtua tidak perlu merasa bersalah ketika menggunakan gadget sebagai babysitter anak, asalkan tidak dalam waktu yang banyak atau durasi yang panjang.

Dr. Jodi mengatakan bahwa memang pada zaman sekarang, hampir semua orang menggunakan teknologi sebagai nanny. Hal terpenting adalah bagaimana Anda sebagai orangtua menggunakan gadget secara cermat.

Dokter asal Amerika ini menyarankan agar Anda tidak menghilangkan waktu berkomunikasi dengan anak. Sebaiknya, sempatkan waktu untuk berinteraksi dengan anak sambil ia memainkan aplikasi pada gadget Anda. Jangan membiarkan Si Kecil memegang gadget sendirian terlalu lama.

American Academy of Pediatrics mengungkapkan, ada beberapa dampak buruk jika buah hati Anda terlalu sering bermain gadget, yaitu keterlambatan bicara (speech delay), sikap yang pasif, serta perkembangan fungsi mata yang tidak optimal. Karena itu, sebaiknya Anda membatasi pemberian gadget pada anak dan tidak menyerahkan ia seutuhnya pada digital babysitter. (OCH/Sagar/DC/Dok. M&B)

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!