Apa Prediksi Lembaga Keuangan Internasional soal Yuan?

211

redaksi.co.id – Apa Prediksi Lembaga Keuangan Internasional soal Yuan?

Omni Partners, salah satu hedge fund di London memperkirakan mata uang China yuan dapat melemah 15 persen pada 2016 bahkan lebih jika negara tersebut memiliki krisis.

Chris Morrison, Kepala Riset Omni Macro Fund menyatakan Yuan telah jatuh ke level terendah dalam lima tahun pada pekan lalu. Yuan berada di posisi 7 atau 7,5 per dolar AS.

Hal itu membalikkan apresiasi dan beriringan dengan penyusutan di pasar negara berkembang lainnya. Yuan telah merosot 1,4 persen ke level 6,59 per dolar AS. Morrison melihat kalau pelemahan yuan berpotensi lebih besar dalam jangka panjang.

“Sementara pemerintah China telah melakukan intervensi besar-besar di pasar uang, tetapi akhirnya mereka tak dapat melawan fundamental ekonomi,” ujar Morrison seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (11/1/2016).

Sejumlah lembaga keuangan internasional lainnya juga memprediksi kalau yuan masih melemah pada 2016.

Mata uang melemah, bursa saham fluktuaktif ditambah pertumbuhan ekonomi melambat membuat pemerintah China menghadapi kerumitan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, sisi lain pelemahan yuan dapat mendorong ekspor China.

Goldman perkirakan dolar AS akan berada di posisi 7 per yuan pada akhir 2016. Level itu naik dari posisi 6,5 per yuan.

“Ini mencerminkan kondisi pandangan kalau pembuat kebijakan China merasa nyaman dengan level moderat (Perkiraan kami menunjukkan sekitar 2,5 persen) untuk depresiasi. Dolar AS kemungkinan menguat lebih lanjut terhadap mata uang lainnya pada 2016,” tulis Goldman Sachs.

Pada kamis pekan lalu, bank sentral China atau the People’s Bank of China (POBC) menetapkan tingkat referensi yuan jatuh paling dalam selama lima bulan terendah sejak 2011. Namun bank sentral China mengintervensi untuk menahan penurunan yuan pada akhir pekan lalu.

Bank sentral China menetapkan tingkat referensi yuan terhadap dolar AS di level 6,56 pada awal pekan ini. Ini menunjukkan mata uang China sedikit menguat dari penetapan pada Jumat pekan lalu.

“Para pembuat kebijakan tampaknya mencoba untuk mengendalikan harapan depresiasi agar yuan lebih kuat dari akhir pekan lalu,” tulis Goldmand Sachs.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

loading...

Comments

comments!