Empat Dasawarsa Kartunis Myanmar Derita Kemiskinan

redaksi.co.id - Empat Dasawarsa Kartunis Myanmar Derita Kemiskinan Dengan goresan pensilnya, kartunis Maung Maung Aung menyindir para politisi melalui sebuah sketsa, gambar yang beberapa tahun lalu...

19 0

redaksi.co.id – Empat Dasawarsa Kartunis Myanmar Derita Kemiskinan

Dengan goresan pensilnya, kartunis Maung Maung Aung menyindir para politisi melalui sebuah sketsa, gambar yang beberapa tahun lalu tidak pernah terpikirkan.

Ilustrator asal Myanmar itu adalah salah satu diantara sekelompok satiris yang telah bangkit di negara yang pemilihan umumnya baru-baru ini menggeser kesetimbangan penguasa militer otoriter untuk pertama kalinya. Gambar Maung Maung Aung menunjukkan keluarga miskin sedang menegur anggota parlemen berperut gendut.

“Kami sangat senang bahwa anda belum dipukuli dan disiksa. Kami hanya berharap anda tidak menimbulkan masalah bagi orang lain,” tulisnya di kotak dialog yang diutarakan oleh gambar ayah, ibu dan anak kecil yang berbaju compang-camping.

Gambar tersebut bertujuan menampilkan kesenjangan yang dihadapi masyarakat biasa di Myanmar, meskipun reformasi telah melumpuhkan negara yang telah lama tertutup itu. Perubahan itu menyebabkan kemenangan bersejarah bagi partai pro-demokrasi Aung San Suu Kyi pada November lalu, yang meningkatkan harapan masa depan yang makmur dan lebih terbuka.

“Kartun butuh kebebasan. Semakin kebebasan maka semakin banyak kartun yang dapat berbicara dan kreatif sehingga mereka bisa memilki banyak makna,” kata pria berusia 60 tahun itu yang saat berada di balik papan gambarnya di sebuah studio di Yangon yang berantakan penuh ilustrasi.

Dalam empat dasawarsa sebagai kartunis dia menderita kemiskinan, ketakutan, penyensoran, bekerja dengan sedikit kebebasan di bawah pemerintahan junta yang memenjarakan pembangkan dan merobek apa pun yang dianggap kritis dari halaman koran.

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!