Sampaikan Simpati, PM Australia Unggah Cuitan Berbahasa Indonesia

redaksi.co.id - Sampaikan Simpati, PM Australia Unggah Cuitan Berbahasa Indonesia Mengungkapkan simpati penuh terhadap Indonesia, PM Australia mencuit pernyataannya di Twitter dalam bahasa Indonesia.Usai insiden serangan...

37 0

redaksi.co.id – Sampaikan Simpati, PM Australia Unggah Cuitan Berbahasa Indonesia

Mengungkapkan simpati penuh terhadap Indonesia, PM Australia mencuit pernyataannya di Twitter dalam bahasa Indonesia.

Usai insiden serangan di Sarinah, Kamis (14/1/2016), PM Australia Malcolm Turnbull mengunggah cuitan melalui akun @TurnbullMalcolm.

Dalam cuitannya itu, ia menyampaikan simpati, doa, dan solidaritas penuh untuk masyarakat Indonesia, menghadapi serangan teroris hari itu.

“Simpati, doa & solidaritas penuh masyarakat Australia bersama dgn masyarakat Indonesia dlm menghadapi serangan2 teroris di Jakarta hari ini,” demikian tulisnya.

Banyak petinggi negara lain yang mengunggah cuitan dukungan dan belasungkawa untuk Indonesia.

Namun, Turnbull yang paling berbeda, sebab ia menggunakan bahasa Indonesia untuk cuitannya itu, saat petinggi lain menggunakan bahasa Inggris.

Berikut adalah beberapa cuitan petinggi negara atau organisasi dunia atas serangan yang terjadi di Sarinah, Jakarta Pusat, itu.

“Simpati saya untuk mereka yang kehilangan orang-orang terkasihnya dalam serangan tercela di Jakarta. Saya mendoakan agar yang cedera segera pulih: PM” – @PMOIndia (Kantor PM India Narendra Modi)

“#JakartaAttack hari ini adalah sebuah pengingat yang tragis akan adanya ancaman terorisme di tingkat global” – @FedericaMog (Perwakilan Uni Eropa untuk Bidang Hubungan Internasional dan Kebijakan Pengamanan, Federica Mogherini)

“Terkejut dan cemas akan berita-berita soal ledakan di Jakarta. Simpati saya untuk warga Indonesia. -LHL” – @leehsienloong (PM Singapura Lee Hsien Loong)

“Sangat terkejut dan berduka akan serangan bom di Jakarta. Malaysia siap membantu untuk apapun. Simpati dan doa untuk warga Indonesia” – @NajibRazak (PM Malaysia Mohd Najib Tun Razak)

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!