Divestasi, Penawaran Saham Freeport Dinilai Kemahalan

182

redaksi.co.id – Divestasi, Penawaran Saham Freeport Dinilai Kemahalan

, Jakarta – Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean menilai harga 10,64 persen saham senilai US$ 1,7 miliar yang ditawarkan PT Freeport Indonesia terlalu mahal. Di tengah menurunnya harga komoditi dan anjloknya harga saham Freeport Mc Moran, nilai US$ 1,7 miliar itu kemahalan, ujarnya melalui siaran pers, Jumat 15 Januari 2016.

Sebelum menyatakan jawaban, Ferdinand mengingatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh atas penawaran tersebut. Pemerintah juga harus mengaudit sisa cadangan saat ini ditambang yang dikuasai Freeport supaya ada penilaian yang objektif dan jernih terhadap nilai divestasi yang ditawarkan, ujarnya.

Bagaimanapun, Ferdinand mengkritik sikap pemeirntah yang seolah mencitrakan diri ke publik bahwa mereka tidak punya uang untuk beli divestasi saham tersebut. Adakah ini akal-akalan agar divestasi tersebut jatuh ke tangan serakah lewat IPO, ujarnya.

Ferdinand menyatakan, jika memang pemerintah tidak punya uang, Energy Watch Indonesia akan menginisiasi pengumpulan dana publik untuk membeli saham divestasi tersebut. Ini saatnya kita tunjukkan bangsa ini bukan bangsa yang lemah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa pemerintah masih mengkaji pendanaan untuk memborong saham yang ditawarkan oleh PT Freeport Indonesia. Menurutnya, duit yang dibutuhkan tak kecil sehingga perlu banyak pertimbangan. ‎ ‎ “Ini bukan uang kecil. Kalau uangnya hanya sejuta, dua juta langsung aja. Inikan triliunan jadi sedang dikaji,” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 15 Januari 2016.

Salah satu hal yang saat ini sedang dikaji adalah mengenai angka appraisal atau nilai saham yang ditawarkan. Walaupun mengatakan bahwa harga yang ditawarkan tak murah, namun Kalla mengklaim sudah ada beberapa Badan Usaha Milik Negara yang sudah bersedia membeli saham Freeport.

PINGIT ARIA

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!