Keppres MotoGP Tunggu Master Plan Sentul

redaksi.co.id - Keppres MotoGP Tunggu Master Plan Sentul Pemerintah akan melanjutkan pengajuan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai penyelenggaraan MotoGP 2017, setelah tiga syarat dipenuhi oleh pihak Sirkuit...

22 0

redaksi.co.id – Keppres MotoGP Tunggu Master Plan Sentul

Pemerintah akan melanjutkan pengajuan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai penyelenggaraan MotoGP 2017, setelah tiga syarat dipenuhi oleh pihak Sirkuit Sentul.

Ketiga syarat itu adalah master plan Sirkuit Sentul, penyelesaian kontrak dengan Dorna, dan menyerahkan Surat Pernyataan soal kepemilikan Sirkuit Sentul.

“Master plan dari Sirkuit Sentul belum diberikan kepada kami sehingga kami belum melanjutkan pengajuan Keppres,” ujar Menpora Imam Nahrawi.

Menpora meminta pihak Sirkuit Sentul segera menyerahkan master plan terkait MotoGP tersebut, termasuk pembangunan fisik sirkuit, tempat penonton, hotel, dan lintasan.

Selain master plan, pihak Sirkuit Sentul juga diminta merinci kontrak dengan Dorna sebagai pihak penyelenggara, termasuk mengenai mekanisme pembayarannya.

Pemerintah memberi waktu satu minggu kepada pihak Sentul menyelesaikan master plan tersebut. Menpora mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta kajian terlebih dahulu sebelum dikeluarkan Keppres, termasuk memastikan dari sisi kesiapan anggaran.

Salah satu yang harus dikaji adalah kepastian anggaran yang bakal digunakan oleh Sirkuit Sentul, dari APBN atau tidak.

Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto menambahkan, Presiden menyatakan masalah MotoGP harus dikaji sungguh-sungguh karena ada penggunaan APBN kepada swasta murni.

“Keppres MotoGP tersebut tidak akan pernah ditandatangani Presiden jika tiga hal itu tidak diselesaikan,” ucap Gatot.

Kemenpora pun menunggu surat pernyataan tentang kepemilikan sirkuit Sentul.

Surat Pernyataan yang berisi kepemilikan Sirkuit Sentul oleh Tinton Suprapto selaku Dirut dan Tommy Soeharto selaku komisaris utama. Tujuannya agar keduanya bertanggungjawab jika ada masalah hukum di kemudian hari,” ujar Gatot.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!