Harga Minyak Picu Wall Street Jatuh ke Level Terendah

redaksi.co.id - Harga Minyak Picu Wall Street Jatuh ke Level Terendah Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada perdagangan saham Jumat pekan ini didorong harga minyak...

31 0

redaksi.co.id – Harga Minyak Picu Wall Street Jatuh ke Level Terendah

Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada perdagangan saham Jumat pekan ini didorong harga minyak tertekan di bawah US$ 30 per barel. Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS dan pinjaman China menambah tekanan ke bursa saham AS.

Indeks saham Dow Jones melemah 391,79 poin atau 2,39 persen ke level 15.987,26. Diikuti indeks saham S&P 500 jatuh 41,56 poin atau 2,16 persen ke level 1.880,28. Indeks saham Nasdaq merosot 126,59 poin atau 2,74 persen ke level 4.488,42.

Indeks saham S&P 500 menyentuh level terendah sejak Oktober 2014. Seluruh sektor saham di indeks saham S&P 500 melemah dan 30 komponen indeks saham Dow Jones juga merosot.

Sektor saham energi mengalami pelemahan tajam sebanyak 2,65 persen.

Hal itu didorong harga minyak turun 6,5 persen di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi melambat di China, ekonomi terbesar kedua di dunia.

Sektor saham teknologi susut 2,83 persen, dan mengalami penurunan terbesar lantaran hasil kinerja keuangan dari Intel merosot. Penurunan sektor saham itu membebani sektor saham tersebut.

“Investor terlihat khawatir dan cemas. Dari awal tahun menghadapi sejumlah fakta data ekonomi kurang menggembirakan,” ujar Phil Orlando, Direktur Federated Investors seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (16/1/2016).

Indeks volatilitas CBOE, atau indeks mengukur kecemasan investor pun melonjak 29,2 persen menjadi ke level 30,95. Angka itu tertinggi sejak September 2015.

Ada sejumlah sentimen mempengaruhi laju indeks saham acuan AS menjelang akhir pekan. Data ekonomi AS tidak terlalu menggembirakan pada Jumat pekan ini.

Hal itu ditunjukkan dari penurunan tak terduga untuk penjualan ritel dan output industri pada Desember 2015. Ini menandai prospek pertumbuhan ekonomi kuartal IV kurang bagus.

Selain itu, data ekonomi China seperti pinjaman baru China juga cenderung melambat pada Desember 2015.

Sejumlah saham melemah antara lain saham Exxon dan Chevron turun lebih dari 1 persen. Saham Caterpillar melemah 2,5 persen.

Diikuti saham interl jatuh 10 persen, penurunan terbesar dalam tujuh tahun seiring pelaku pasar khawatir terhadap kinerja pertumbuhan kinerja Intel.Selain itu, saham Citigroup susut 6,05 persen dan saham Wells Fargo melemah 3,6 persen. (Ahm/Igw)

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!