ESDM bentuk tim independen bahas divestasi saham Freeport

redaksi.co.id - ESDM bentuk tim independen bahas divestasi saham Freeport PT Freeport Indonesia telah mengajukan surat penawaran saham kepada Kementerian ESDM sebesar 10,64 persen, sesuai dengan...

18 0

redaksi.co.id – ESDM bentuk tim independen bahas divestasi saham Freeport

PT Freeport Indonesia telah mengajukan surat penawaran saham kepada Kementerian ESDM sebesar 10,64 persen, sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2014. Freeport membanderol harga sahamnya sebesar USD 1,7 miliar atau sekitar Rp 23,6 triliun.

Menanggapi surat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal membentuk tim independen. Adapun tim tersebut berisi pejabat dari lintas Kementerian dan lembaga negara.

“Ada kementerian keuangan, ada BKPM, Setkab, BPKP dari Kementerian Perekonomian, Kejaksaan, BUMN tentu saja,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (18/1).

Nantinya, tim independen akan memberi hasil sistematis dan penilaian saham yang bertanggung jawab kepada Menteri Sudirman Said.

“Ke Menteri ESDM. Sementara bertanggungjawab mengevaluasi sebagai leadnya tapi anggotanya dari tim independen. Tim bukan untuk penilaian saham artinya penyelesaian divestasi.” katanya.

Menurut Bambang, nantinya harga divestasi masih dilihat harga independen pasar. Apalagi, tata cara pembelian mesti dilihat dari PP 77 serta Permen 27 tentang cara penilaian divestasi sesuai dengan payung hukum yang mengatur.

“Jadi 60 hari jangan dipatok pada surat penawaran dong, Belum tahu belum bahas sejauh itu kita jelas hitung dulu harga wajar enggak seperti itu,” katanya.

“Kalau belum ada kesepakatan kedua belah pihak nanti minta perpanjangan, kaya waktu divestasi newmont kan diperpanjang lagi, sama,” tutur Bambang.

Sebelumnya, pemerintah diminta lebih hati-hati dalam negosiasi terkait divestasi saham PT Freeport Indonesia senilai USD 1,7 miliar atau Rp 23,6 triliun. Harga saham yang ditawarkan oleh Freeport dinilai tidak sebanding dengan harga saham yang ada di pasar saham.

“Pemerintah untuk mengevaluasi kalau perlu menolak karena terlalu tidak masuk akal,” Direktur Energi Watch Ferdinand Hutahaean dalam diskusi Energi Kita yang digelar merdeka.com, RRI, IJTI, IKN, DML dan Sewatama di di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (17/1).

Menurut dia, harga saham perusahaan induk Freeport di Amerika Serikat telah anjlok sebesar 20 persen ke posisi USD 4 per lembar seiring dengan harga komoditi yang melesu.

“Perusahaan induk di Amerika Serikat tidak jauh. Dari total saham itu kita hitung nilainya berapa kemudian kita hitung 10,46 persen berapa. 10 persen itu sekitar USD 500 juta dari divestasi yang ditawarkan,” jelas dia.

Ferdinand menilai, Freeport saat ini tengah mendikte Indonesia dengan tawaran harga saham yang besar. Sementara, pemerintah perlu mengkaji dari berbagai sisi dengan melihat saham di pasar, cadangan, yang kemudian di hitung berdasarkan porsi yang sebesar 10,46 persen.

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!