Ganggu Prospek Ekonomi, Pengusaha Minta Teroris Ini Ditangkap

redaksi.co.id - Ganggu Prospek Ekonomi, Pengusaha Minta Teroris Ini Ditangkap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai, saat ini merupakan momentum tepat memberantas aksi terorisme di Kawasan...

27 0

redaksi.co.id – Ganggu Prospek Ekonomi, Pengusaha Minta Teroris Ini Ditangkap

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai, saat ini merupakan momentum tepat memberantas aksi terorisme di Kawasan Timur Indonesia, utamanya di Kabupaten Poso.

Lantaran kehadiran kelompok bersenjata tersebut sudah sangat mengganggu urat nadi perekonomian di Sulawesi. Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua Umum dan Koordinator Kadin Kawasan Timur Indonesia (KTI) H.Andi Rukman Karumpa.

“Saya kira ini momentum yang tepat bagi pemerintah pusat untuk menumpas gerakan kelompok bersenjata di gunung-gunung itu. Artinya, jangan hanya yang di Sarinah selesai,” ujar Andi, Senin (18/1/2016).

Andi mengatakan, secara geografis, Kabupaten Poso sangat strategis. Sebab, letaknya persis di tengah Pulau Sulawesi. Hal inilah yang membuat daerah ini menjadi urat nadi perekonomian di seluruh Sulawesi, utamanya jalur darat.

“Distribusi barang dan jasa lewat darat dari Makassar ke Manado, Palu, Luwuk, Gorontalo atau dari Manado ke Kendari, semuanya harus lewat Poso,” tegas Andi.

Ketidakamanan di jalur darat ini membuat pengusaha angkutan darat kerap merasa tidak aman melewati wilayah pegunungan di Kabupaten Poso yang didiami oleh gerombolan bersenjata.

Andi mengatakan, aksi terorisme di Poso seakan menjadi duri dalam daging bagi percepatan pembangunan ekonomi di Sulawesi dan KTI secara umum.

“Kita ingin potensi pariwisata di KTI ini tergarap dengan baik. Tapi kadang ada insiden-insiden aksi teror dan tembak-menembak menjadi berita yang mengganjal datangnya wisatawan dan memutus jalur distribusi barang, orang dan jasa. Jadi, kami harap Presiden Jokowi dan Pak JK segera tuntaskan terorisme di sana, papar Andi.

Andi mengatakan, aksi teror di jalur penting ini sudah berlangsung lama. Usianya sudah hampir 15 tahun. Namun tak kunjung selesai. “Sebab itu, Kadin KTI berharap ini tuntas secepatnya,” tutur Andi. (Yas/Ahm)

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!