Skandal Pengaturan Skor Guncang Tenis Jelang Australia Open 2016

redaksi.co.id - Skandal Pengaturan Skor Guncang Tenis Jelang Australia Open 2016 Tak hanya sepak bola, olahraga tenis juga ternyata tidak terhindar dari kejahatan match fixing (pengaturan...

25 0

redaksi.co.id – Skandal Pengaturan Skor Guncang Tenis Jelang Australia Open 2016

Tak hanya sepak bola, olahraga tenis juga ternyata tidak terhindar dari kejahatan match fixing (pengaturan skor). Skandal ini mencuat sesaat jelang turnamen Wimbledon, Australia Open 2016.

Pengaturan skor bahkan melibatkan petenis-petenis papan atas dunia. Sebagian ditengarai bakal tampil pada ajang Australia Open yang berlangsung di Melbourne, mulai hari ini, Senin (18/1/2016).

Seperti dilansir The Sun, skandal ini terungkap lewat penyelidikan yang dilakukan oleh BBC dan Buzzfeed. Dalam laporan yang ditayangkan BBC belum lama ini disebutkan bahwa setidaknya 16 petenis top dunia yang masuk dalam deretan peringkat 50 dunia terindikasi terlibat pengaturan skor.

Penyelidikan dilakukan dengan menganalisis data pada bursa taruhan selama beberapa tahun belakangan. Dalam penelusuran yang dilakukan oleh reporter Buzzfeed, ditemukan sejumlah sejumlah pola taruhan yang mencurigakan saat para petenis tersebut bertanding dalam sebuah turnamen.

Penyelidikan juga didukung dokumen rahasia dari salah seorang sumber anonim. Dokumen itu berisi data mengenai meluasnya keterlibatan para petenis papan atas dunia pada tahun 2007.

Anehnya, sebagian besar sebenarnya telah masuk dalam daftar penyelidikan Tennis Integrity Unit (badan antikorupsi tenis). Namun hingga kini mereka tetap diberi kebebasan melanjutkan kariernya.

“Delapan pemain yang telah berulang kali ditandai oleh ITU selama satu dekade terakhir ini bakal tampil pada Australia Open,” ujar BBC dalam tayangannya. “Melihat tuduhan ini telah berlangsung selama hampir satu dekade, ada kecurigaan kalau otoritas tenis dunia kurang serius dalam menyelidikinya.”

Mencuatnya skandal pengaturan skor ini telah menarik perhatian sejumlah petenis top dunia. Salah satunya adalah Andy Murray. Lewat Twitter-nya, Murray sempat berkicau mengenai temuan itu.

“Bukti-buktinya sangat kuat. Tampaknya ada kesempatan baik untuk memberantasnya sejak awal.”

Sama halnya dengan sepak bola, praktik pengaturan skor di tenis juga diorganisir sindikat judi internasional yang diduga bermarkas di Italia dan Rusia. Biasanya mereka menyasar pemain-pemain ternama dengan mendatangi hotel saat mengikuti turnamen akbar.

Sindikat tersebut kemudian menawarkan uang sekitar 50,000 USD atau setara Rp 696.000.000 untuk sekali pengaturan skor.

Penyelidikan penuh terhadap dugaan pengaturan skor di dunia tenis sempat mengemuka pada tahun 2008 lalu. Saat itu, pertandingan antara petenis Rusia, Nikolay Davydenko melawan petenis Argentina, Vassallo Arguello di Polandia setahun sebelumnya diduga telah diatur oleh bandar judi Rusia.

Indikasinya terlihat dari pola taruhan bernilai jutaan dolar AS yang masuk dari akun berbasis di Rusia. Namun kedua petenis itu dibebaskan dari tuduhan dan dinyatakan tidak melanggar aturan apa pun.**

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!