Ekonomi RI Hadapi Banyak Tantangan pada 2016

redaksi.co.id - Ekonomi RI Hadapi Banyak Tantangan pada 2016 Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani menyatakan, ekonomi Indonesia saat ini masih...

31 0

redaksi.co.id – Ekonomi RI Hadapi Banyak Tantangan pada 2016

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani menyatakan, ekonomi Indonesia saat ini masih belum bisa lepas dari berbagai faktor baik di dalam negeri maupun internasional.

Faktor-faktor tersebut di antaranya penyesuaian ekonomi dan sistem keuangan China, gejolak pasar keuangan dunia, disusul dengan aksi teror yang terjadi akhir-akhir ini. Hal-hal tersebut dinilai bakal mempengaruhi ekonomi Indonesia pada tahun ini.

“Kita harus menumbuhkan kembali kepercayaan investor, terus menggerakkan ekonomi Indonesia dan yang paling penting adalah menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Rosan menuturkan, dalam kondisi pelemahan ekonomi dunia dan turunnya volume perdagangan karena harga komoditas nasional ikut melemah dapat mempersulit penciptaan lapangan pekerjaan.

Padahal, lanjut dia, masa depan ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh pengembangan industri. Semua negara maju dipengaruhi oleh peran industri dalam mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, beberapa tahun tahun terakhir Indonesia tengah mengalami deindustrialisasi yang disebabkan salah satunya oleh tingginya biaya logistik yang terkait dengan minimnya infrastruktur.

“Biaya logistik di Indonesia mencapai 30 persen dari total produk. Selain itu, industri tidak dibangun secara terintegrasi dalam satu kawasan, hulu hingga hilir juga jauh dengan pelabuhan,” ujar dia.

Rosan mengungkapkan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia juga umumnya belum terintegrasi. Meski ada badan otorita, kewenangan pemerintah masih terbesar. Banyak urusan administrasi yang berbeda-beda berada di pihak lain.

Dia mencontohkan, urusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih harus ditangani pemerintah daerah, dan pajak masih dipungut Kementerian Keuangan. “Mestinya semua izin dan pungutan itu diserahkan ke otorita,” kata dia.

Rosan melanjutkan, pengembangan industri di Indonesia bisa difokuskan pada sejumlah bidang, yakni industri yang berhubungan dengan kemaritiman, energi, agribisnis, dan pariwisata jika melihat dari material yang tersedia di Indonesia. Meski demikian, hal itu tanpa mengecilkan pengembangan industri penunjang lainnya.

Selain itu, Indonesia juga berpotensi besar untuk mengembangkan industri manufaktur yang ditopang industri baja dan besi yang diharapkan bisa tumbuh pula untuk realisasi pengembangan infrastruktur dan mendukung momentum pembangunan industri-industri lainnya.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!