Presiden-Wapres RI akan Hadir di Muktamar NU di Jombang

481

redaksi.co.id, Pelaksanaan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 33 di Jombang tanggal 1 -5 Agustus terus dimatangkan. Salah satunya, mempersiapkan kader nahdliyin untuk menghadapi muktamar dengan tema persaingan global dengan konsep ahli sunah waljamaah dan meneguhkan Islam Nusantara. Termasuk membahas isu-isu aktual, seperti persoalan bahan pokok, keamanan dan persoalan lain yang disampaikan ke pemerintah.

Ketua Panitia muktamar NU 2015,  Saifullah Yusuf didampingi sekretaris panitia, Thoriqul Haq menyampaikan, meski kelahiran Nahdlatul Ulama di Jombang, namun selama 32 tahun, Jombang tidak pernah dijadikan Tuan rumah muktamar.

“Niatan ini, diperkuat di Jombang dengan melakukan ziara ke makam pendiri dan pejuang-pejuang Nahdlatul Ulama”, ujarnya. Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf berharap semua elemen di Jatim untuk berpartisipasi mendukung perkembangan organisasi keagamaan (nahdlatul ulama), termasuk melakukan konsolidasi ke dalam.  

Muktamar kali ini, dikatakan Gus Ipul cukup rumit, karena harus menempati 4 pondok pesantren sebagai pelaksanaan kegiatan. Diantaranya, ponpes Ponpes Darul Ulum-Peterongan, ponpes Tebuireng, Ponpes Barul Ulum-Tambak Beras dan Ponpes Mambaul Maarif- Denayar.

“Kita mengucapkan terima kasih pada pengasuh ponpes, kami mohon koordinasi semakin ditingkatkan”, urai politisi yang juga wakil gubernur jatim ini.

Dalam kegiatan dia bersama persiapan muktamar NU kali ini, sejumlah tokoh dan penurus NU Jatim hadir, seperti Ketua PWNU, KH Mutawakil Alallah, Muzamil Syafii anggota DPRD Jatim dan tokoh NU Kabupaten Pasuruan, Gus Wahap dari Ponpes Tambak Beras, 

Sementara itu thoriqul haq,  menuturkan, ada 1500 panitia yang disiapkan untuk mensukseskan muktamar, dimana ribuan panitia akan melayani puluhan ribu peserta muktamar. “Koordinasi dengan kepolisian, pangdam dalam rangka memback up kegiatan dan suksesnya muktamar, juga telah dilakukan”, urai dia.

Politisi yang juga ketua komisi C DPRD Jatim ini menambahkan, kegiatan muktamar akan dibuka presiden Joko Widodo dan ditutup wakil presiden Jusuf Kalla.

Pada kesempatan yang sama, ketua Pwnu jatim, KH Mutawakil Alalah menegaskan, sekarang ini pemahaman pemikiran keagamaan, ahli sunah waljamaah dianggap Islam nusantara sebagai konseptor paling kuat di dunia. Mutawakil juga menegaskan, dalam muktamar nanti, NU akan memberikan rekomendasi pada pemerintahan, dengan mempertahankan nama nahdlatul ulama.(fer) 

loading...

Comments

comments!