Polisi Todongkan Senjata pada Seorang Ibu

158

redaksi.co.id – Polisi Todongkan Senjata pada Seorang Ibu

Seorang Brigadir polisi anggota Polres Batu berinisial TS dilaporkan ke Unit Pelayanan dan Pengaduan Propam Polresta Batu, Jawa Timur.

Oknum Polisi tersebut dianggap meresahkan dan mengancam keselamatan warga karena dengan sengaja menodongkan senjata kepada seorang ibu, Hermin Sulistiowati dan kerabatnya Hermawan Setiyabudi.

Seperti yang tertulis dalam surat tanda penerimaan laporan nomor STPL/01/I/2016/ Sipropam.

Kronologi kejadian bermula saat TS mengendarai mobilnya masuk perumahan tempat ia tinggal.

Saat itu mobil TS tidak bisa lewat karena sedang ada hajatan para ibu PKK yang berlangsung di rumah Hermin Sulistiowati warga RT 06 RW 11 Perumahan Griya Permata Alam Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Sekitar pukul 18.00 WIB, Ahad (17/1), TS mulai membunyikan klakson beberapa kali.

Karena tidak direspons, TS justru menerobos dan menabrak gerobak bakso yang ada di situ.

“Sempat cekcok dengan istri saya,” cerita Suwanto, suami Hermin yang juga Ketua RT setempat, Senin (18/1).

Suwanto mengatakan, TS yang berprofesi sebagai polisi harus memberi contoh yang baik sengan turun dan memberitahu agar sepeda yang menghalang dipindahkan.

Tapi malah tidak beretika dan menerobos, padahal ada gang lain menuju ke rumahnya.

Kemudian TS ke luar rumah dan mendatangi rumahnya.

Saat itu, adu mulut kembali terjadi, sehingga TS yang berdinas di bagian Intel Polres Batu itu menodongkan senjata api tepat di dahi istrinya dan menodongkan senpi ke bagian samping kepala adiknya, Hermawan Setiyabudi.

Saat kejadian tersebut, Hermawan bersama istri, mertua, dan dua anaknya yang masih kecil.

“Yang bersangkutan bilang ‘saya tembak kamu,” kata Suwanto.

Menurut Suwanto, istri beserta keluarganya masih shock dan merasa terancam atas insiden tersebut.

Bahkan, Ahad malam beberapa warga sekitar berkumpul di rumahnya, berjaga agar tidak ada kejadian serupa.

Ia mengatakan, TS sudah tiga hingga empat tahun mulai menetap di perumahan bersama warga lainnya.

“Warga sampai menjaga rumah saya, takut berlanjut masalahnya,” katanya.

Suwanto berharap, insiden itu diproses oleh kepolisian.

Dirinya meminta pimpinan Polres Batu menarik senjata milik TS sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Sejauh ini, kepolisian khususnya bidang Propam memproses laporannya.

Suwanto menegaskan istri dan adiknya siap datang jika diminta untuk memberi keterangan oleh polisi.

“Bayangkan jika senjata tersebut benar ditembakkan, saya pasti sudah kehilangan keluarga besar saya,” katanya.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!