Erick Thohir tak Ingin Asian Games 2018 Tanpa Sepak Bola

redaksi.co.id - Erick Thohir tak Ingin Asian Games 2018 Tanpa Sepak Bola Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir mennyatakan pihaknya tidak mengharapkan gelaran Asian Games...

26 0

redaksi.co.id – Erick Thohir tak Ingin Asian Games 2018 Tanpa Sepak Bola

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir mennyatakan pihaknya tidak mengharapkan gelaran Asian Games 2018 tanpa cabang sepak bola.

Maka dari itu, pria yang juga menjabat sebagai Presiden Inter Milan itu berharap polemik dunia persepakbolaan Indonesia segara berakhir dalam waktu dekat.

Sebab tidak menutup kemungkinan Asian Games 2018 tanpa sepak bola jika kekacauan ini terus berlangsung.Erick mengakui sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada Indonesia membuat Indonesia terasingkan di dunia internasional.

Tim yang tampil di negara yang disanksi atau melawan timnas Indonesia bisa saja terkena dampaknya. Bahkan beberapa klub-klub Eropa membatalkan kunjungannya ke Indonesia pada tahun lalu.

“Kemungkinan tanpa sepak bola ada. Sebagai contoh SEA Games di Filipina tanpa bola basket padahal olahraga tersebut nomor satu di sana,” ujar Erick Thohir, saat ditemui di Galeri Seni Kunstriking, Jakarta, Senin (18/1) malam WIB.

Namun bosa Mahaka itu enggan berspekulasi lebih jauh terkait kemungkinan buruk itu terjadi. Erick menyerahkan urusan tersebut kepada panitia Asian Games atau OCA (Dewan Olimpiade Asia). Sebab disebutnya keputusan tersebut bukan wewenangnya, serta memiliki aturan yang tak bisa dilanggar.

“Saya ingin sepak bola tetap ada. Tapi ada aturan-aturan yang bisa dilanggar,” kata Erick.

Selain mengharapkan polemik persepakbolaan Indonesia berakhir Erick Thohir juga meminta kompetisi Liga Indonesia seperti liga-liga di Eropa yang lebih baik dan maju, terutama dalam segi bisnis.

Disebutnya, di Indonesia sepak bola memiliki skala besar, baik dari segi komunitas dan juga bisnis. Namun kompetisi di Indonesia, terutama Liga Super Indonesia (ISL) masih berharap pada sponsor dan tiket untuk pemasukan.

Ini berbeda dengan di Eropa yang sudah mengandalan pemasukan dari sektor penyiaran.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!