Gaji Dipotong, Gimana Cara Menghitung PPh Tiap Bulan?

936

redaksi.co.id – Gaji Dipotong, Gimana Cara Menghitung PPh Tiap Bulan?

Hayo ngaku, yang namanya gaji dipotong itu pasti bikin nyesek. Meskipun potongan itu kewajiban kayak Pajak Penghasilan (PPh).

Pajak yang populer dengan sebutan PPh 21 ini menggunting hasil jerih payah banyak pekerja tiap bulan. Tapi, belum semuanya tahu besaran potongan dan gimana cara menghitung PPh tiap bulan. Gimana coba kalau potongannya menyalahi aturan?

Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015 dan Peraturan Menteri Keuangan No. 122/PMK010/2015, tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Wajib Pajak orang pribadi menjadi Rp 36.000.000,- per tahun dan tambahan Rp 3.000.000,- per tahun. PTKP mengalami penyesuaian menjadi:

Disediakan oleh MoneySmart cara menghitung pph Kalau nggak bayar pajak bisa-bisa malah kena sanksi pemerintah. Mending main aman saja

Peraturan itu menyebutkan bahwa pihak yang wajib memotong penghasilan untuk PPh 21 dan/atau PPh 26 antara lain:

Berdasarkan peraturan tersebut, penghitungan PPh 21 dibagi menjadi:

Untuk melihat bagaimana cara menghitung PPh tiap bulan, berikut ini kita ambil contoh PPh seorang pegawai tetap bernama Anto. Anto bekerja di PT Santosa Abadi. Dia belum menikah

Data Anto:

Perhitungan PPh 21 Anto bulan Januari adalah sebagai berikut:

Penghasilan

GajiRp3.000.000

LemburanRp2.000.000

Premi Jaminan Kecelakaan Kerja 1%Rp30.000

Premi Jaminan Kematian 0,3%Rp9.000 (+)

Penghasilan brutoRp5.039.000

Pengurangan

Total: Rp 341.950

Penghasilan neto sebulan: Rp5.039.000 Rp 341.950=Rp4.697.050

Penghasilan neto setahun 12 bulan x Rp 4.697.050 = Rp 56.364.600

PTKP untuk wajib pajak sendiriRp36.000.000

Penghasilan Kena Pajak setahunRp56.364.600 Rp 36.000.000 =Rp20.364.600

Pembulatan= Rp20.364.600

PPh terutang (ditetapkan di PPh Pasal 21)

5% x Rp 20.364.000 = Rp1.018.200

PPh 21 bulan Januari = Rp 1.018.200 : 12 = Rp84.850

Penghasilan Kena Pajakharus dibulatkan ke bawahhingga nominal ribuan penuh, atau 3 angka di belakang (ratusan rupiah) adalah 0. Contoh: Rp 56.901.200 menjadi Rp 56.901.000.

Untuk diketahui, penghitungan di atas berlaku untuk wajib pajak yang sudah punya NPWP. Jika tak ada NPWP, harus dikalikan 120% menjadi Rp 84.850 x 120% = Rp 101.820.

Bayar pajak sudah bisa online, masih malas juga bayar pajak?

Penghitungan tersebut bakal berbeda lagi jika data wajib pajaknya berbeda juga. Misalnya sudah menikah dan punya anak. Jadi, penghitungan di atas hanya sebagai contoh.

Yang pasti, semua pekerja yang beroleh penghasilan entah itu gaji, honor, komisi, atau apa pun namanya, wajib bayar pajak. Jika gak bayar, bisa kena sanksi dari pemerintah.

Pemerintah udah mulai berbenah kok. Beberapa jenis pajak udah bisa dibayar lewat online. Jadi, gak ada lagi keluhan antre lama atau calo. Mari, taat bayar pajak.

(red/ochman/rief/RA)

loading...

Comments

comments!