Jika Tak Datang ke Papua, Cita Citata Diminta Bayar 500 Ekor Babi

redaksi.co.id - Jika Tak Datang ke Papua, Cita Citata Diminta Bayar 500 Ekor Babi KAPANLAGI.COM - Masalah Cita Citata dengan masyarakat Papua ternyata belum usai. Salah...

28 0

redaksi.co.id – Jika Tak Datang ke Papua, Cita Citata Diminta Bayar 500 Ekor Babi

KAPANLAGI.COM – Masalah Cita Citata dengan masyarakat Papua ternyata belum usai. Salah satu ormas yakni Forum Papua Bersatu (FPB) mengajak rekan pers untuk bertemu dan menyuarakan isi hati mereka.

Persoalan yang sudah cukup lama terjadi ini masih dikejar terus oleh FPB karena mereka pikir warga Papua masih merasa terganggu dengan hal tersebut. ” Saya pikir memang di Papua jangkauan media jauh, respon agak lambat, tapi ungkapan udah masuk di youtube, warga Papua merasa terganggu dan meminta supaya Cita meminta maaf,” ungkap Yan Matuan, ketua Forum Papua Bersatu (FPB) saat jumpa pers di Johar, Jakarta Pusat, Selasa (19/1).

FPB sendiri mengaku bahwa aksi pencekalan akan dilakukan pada pedangdut cantik tersebut. ” Upaya pencekalan tetap ada. Kita akan cari di mana kantornya, dia juga bakal bawa acara (tampil) di Sea Games katanya. Kami akan tuntut atau akan demo,” lanjut Yan.

Hal yang diinginkan oleh Yan dan FPB adalah Cita Citata datang ke tanah Papua untuk meminta maaf secara langsung kepada masyarakat umum. Seperti yang disampaikannya berikut, ” Penduduk Papua hanya sedikit di Jakarta, makanya Cita harus ke Papua. Penyampaian hanya perwakilan di media, kalau dia ke Papua dan bisa langsung ke Papua itu lebih bagus. Menurut kami adat itu paling tinggi.”

Jika tak bersedia datang ke Papua, Yan bersama Forum Papua Bersatu meminta Cita untuk membayar 500 ekor babi. ” Kalau dia tidak beritikad baik kalau gak minta maaf, baru dia bayar babi. Kalau tidak hadir ke Papua, dia bayar 500 babi,” ucap Yan.

Sampai saat ini FPB masih berusaha untuk berkomunikasi dengan Cita Citata. Sudah satu bulan berjalan, namun mereka tak kunjung mendapatkan kabar dari pihak sang artis.

(kpl/hen/otx)

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!