PLN Belum Pastikan Kapan Listrik Normal Kembali

redaksi.co.id - PLN Belum Pastikan Kapan Listrik Normal Kembali PT PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara menyatakan kondisi pasokan listrik masih mengalami gangguan hingga Rabu...

21 0

redaksi.co.id – PLN Belum Pastikan Kapan Listrik Normal Kembali

PT PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara menyatakan kondisi pasokan listrik masih mengalami gangguan hingga Rabu ini. “Gangguan transmisi Selasa lalu sudah dibenahi, sekarang ada dua pembangkit yang belum memasok listrik sehingga pasokan listrik belum optimal,”kata Wasito Adi, General Manager PLN Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara saat dihubungi, Rabu, 20 Januari 2016.

Menurut Wasito, gangguan sistem kelistrikan yang terjadi Selasa lalu, terjadi pada jaringan transmisi di Kabupaten Gowa. Jaringan transmisi itu rusak akibat petir dan angin kencang yang terjadi Selasa siang, 19 Januari 2016. Namun, gangguan transmisi itu telah diperbaiki pada Selasa sore. Menurut Wasito, pasokan listrik saat ini belum normal akibat dua pembangkit yang belum memproduksi listrik, yaitu PLTU Jeneponto berkapasitas 2 X 100 MW dan PLTU Barru berkapasitas 2 X 50 MW.

Kedua pembangkit itu memasok berkisar 30 persen dari total daya mampu seluruh pembangkit yang memasok daya ke sistem kelistrikan PLN Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara. Daya mampu seluruh pembangkit yang memasok listrik ke Sulawesi Selatan dan Barat saat ini berkisar 970 MW. Menurut Wasito, PLN belum bisa memastikan kapan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat normal kembali. “Yang jelas menunggu kedua PLTU itu beroperasi normal,” kata Wasito.

Namun, Wasito memperkirakan PLTU Barru akan beroperasi normal pada Rabu malam dan memasok daya berkisar 100 MW ke sistem kelistrikan PLN Sulawesi Selatan dan Barat. Adapun PLTU Jeneponto, yang merupakan pembangkit milik swasta, diharapkan segera beroperasi normal. “Mudah-mudahan PLTU Jeneponto bisa beroperasi secara normal secepatnya,” ujar Wasito.

Wasito menjelaskan akibat gangguan transmisi yang terjadi Selasa lalu, dua PLTU tersebut berhenti beroperasi. PLTU beda dengan pembangkit jenis lain, mesinnya harus diinginkan dalam waktu beberaa jam, tak bisa dimatikan lalu langsung dihidupkan kembali. Demikian juga saat dihidupkan kembali, mesin PLTU membutuhkan waktu beberapa jam untuk memproduksi listrik dan menyuplai pasokan daya ke sistem kelistrikan PLN di Sulawesi Selatan dan Barat.

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!