Raja ‎Arab Saudi Respon Positif Surat Jokowi soal Perdamaian dengan Iran

redaksi.co.id - Raja ‎Arab Saudi Respon Positif Surat Jokowi soal Perdamaian dengan Iran Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz menanggapi positif, surat berisi pesan damai dari...

21 0

redaksi.co.id – Raja ‎Arab Saudi Respon Positif Surat Jokowi soal Perdamaian dengan Iran

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz menanggapi positif, surat berisi pesan damai dari Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

Surat tersebut disampaikan melalui Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dikirim pada 18 Januari 2016 lalu, berkaitan dengan hubungan Arab Saudi – Iran yang memanas belakangan ini.

“Arab Saudi menghargai langkah Indonesia sebagai negara pertama yang menyampaikan kesiapan untuk membantu terus terciptanya perdamaian di Timur Tengah termasuk terjalinya kembali hubungan baik antara Arab Saudi dan Iran” kata Menlu Retno melalui pesan elektroniknya diterima Tribunnews.com, Kamis (21/1/2016).

Adapun dalam surat tersebut, Presiden Jokowi kata Retno menekankan pentingnya stabilitas dan perdamaian di kawasan, yang secara langsung menekankan pentingnya hubungan baik Arab Saudi dan Iran.

Kesediaan Indonesia untuk membantu memperbaiki situasi hubungan kedua Negara juga dituangkan dalam surat tersebut.

Raja Salman, diungkapkan Retno pun menyambut baik perhatian yang diberikan Indonesia dan menegaskan kesiapan Arab Saudi untuk menjalin hubugan baik dengan semua negara Islam termasuk Iran, sesuai dengan prinsip saling menghormati dan tidak mencampuri urusan dalam negeri masing masing negara.

Penyerahan surat serupa juga telah dilakukan Menlu Retno kepada Presiden Iran, Hassan Rouhani, di Teheran pada 13 Januari 2016 lalu.

Sebagai sahabat Arab Saudi dan Iran, Presiden Jokowi mengharapkan kiranya tensi dan eskalasi antara Arab Saudi dan Iran dapat diturunkan serta menekankan pentingnya komunikasi terus dilakukan.

Dalam kaitan inilah, Indonesia juga merencanakan untuk memprakarsai kegiatan track 2 bekerjasama dengan para ulama.

Sebelum bertemu dengan Raja Salman, Menlu Retno juga bertemu dengan Menlu Adel Bin Ahmed Al Jubeir untuk membahas pentingnya peran diplomasi dalam menjaga stabilitas dan perdamaian.

Kedua Menlu juga membahas tindak lanjut kerja sama 5 proyek besar di Indonesia yaitu rencana pembangunan kota baru di Mentawai Sumbar, kawasan ekonomi khusus di Tanjung Lesung dan Mandalika, kilang minyak di Tuban dan Bontang, dan pembangunan 25,000 unit rumah.

“Selain masalah perdamaian kawasan dan kerja sama ekonomi, pertemuan dengan Menlu Al Jubeir juga dimanfaatkan untuk bahas kerja sama penanggulangan ekstrimisme dan terorisme,” kata Retno.

Pertemuan dengan Menlu Iran juga dilakukan setelah penyerahan surat kepada Presiden Rouhani.

Kerja sama ekonomi kembali ditekankan oleh Indonesia dan Iran. Dengan telah diangkatnya sanksi terhadap Iran maka kerja sama ekonomi Indonesia-Iran diperkirakan akan mengalami peningkatan.

Guna menggalang perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, Menlu RI juga telah dan direncanakan melakukan pembicaraan dan pertemuan dengan beberapa negara di kawasan seperti dengan Menlu UAE pada 14 Januari 2016 dan dengan Menlu Oman pada 19 Januari 2016 mendatang.

Berbagai pertemuan juga akan terus dilakukan pada saat Pertemuan Luar Biasa Para Menteri Luar Negeri OKI (Organisasi Kerjasama Islam) yang akan diselenggarakan di Jeddah pada 21 Januari 2016.

Langkah Indonesia ini diklaim Retno sebagai wujud peran dan kontribusi aktif Indonesia di tingkat internasional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas global.

“Pesan perdamaian dan upaya Indonesia dijalankan sesuai mandat Pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi,” imbuh mantan Dubes Indonesia untuk Belanda tersebut.

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!