Final Piala Jenderal Sudirman: Adu Gengsi 2 Pelatih Minang

redaksi.co.id - Final Piala Jenderal Sudirman: Adu Gengsi 2 Pelatih Minang Pertandingan babak final turnamen Piala Jenderal Sudirman antara Semen Padang dan Mitra Kukar FC di...

12 0

redaksi.co.id – Final Piala Jenderal Sudirman: Adu Gengsi 2 Pelatih Minang

Pertandingan babak final turnamen Piala Jenderal Sudirman antara Semen Padang dan Mitra Kukar FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad nanti, bakal menjadi ajang adu gengsi dua pelatih asal Sumatera Barat, yaitu Nil Maizar dan Jafri Sastra.

Nil, yang saat ini menukangi Semen Padang, berasal dari Kota Payakumbuh. Adapun Jafri Sastra, yang melatih Mitra, berasal dari Kota Padang. Mereka berguru kepada pemain sekaligus pelatih legendaris dari ranah Minangkabau sering disingkat Minang yang sama, yaitu Suhatman Imam.

Nil dan Jafri saat masih menjadi pemain pernah dilatih Suhatman. Ketika Suhatman menangani Semen Padang, keduanya menjadi asisten pelatih. Menyaksikan dua bekas muridnya sukses membawa klub masing-masing ke final, Suhatman merasa senang.

“Keduanya pelatih terbaik di generasinya. Ini eranya mereka,” ujar pria berusia 59 tahun ini.

Suhatman mengatakan, ketika menjadi pemain, Nil lebih moncer ketimbang Jafri. Dengan kemampuan manajerial dan praktek lapangan yang bagus, Nil dipercaya menjadi kapten Semen Padang ketika tim itu menjadi juara Piala Galatama 1992.

Nil pun masuk tim nasional Indonesia Garuda II. Adapun Jafri, menurut Suhatman, bukan pemain yang populer. Sebelum memperkuat PSP Padang, Jafri bermain untuk tim Pra-PON Sumatera Barat pada 1982 dan banyak berlatih di Diklat Sepak Bola Palembang.

Walaupun prestasinya sebagai pemain biasa-biasa saja, Suhatman mengatakan, Jafri mampu mengembangkan kemampuan sebagai pelatih. Menurut dia, Jafri sangat komunikatif dengan pemain. Itulah kelebihan Jafri.

“Kini, mereka layak mendapat prestasi ini. Mereka sudah bekerja keras dalam profesi sebagai pelatih,” ujar Suhatman, salah satu pemain terbaik Indonesia pada era 1970.

Adapun Nil dan Jafri tak mau mempermasalahkan persaingan di antara mereka. Saat ini, mereka lebih berfokus mempersiapkan tim masing-masing untuk melakoni pertandingan puncak di Jakarta.

“Biasa saja. Saya berfokus mempersiapkan tim untuk final nanti,” ujar Nil saat ditanya tentang persaingannya dengan Jafri, Rabu lalu.

Tak kalah santai, Jafri malah bersyukur bisa berhadapan dengan rekan sendiri di final. “Saya senang-senang saja. Jika ada masyarakat yang bangga dengan prestasi ini, alhamdulillah,” ujarnya.

Ia mengatakan hubungannya dengan Nil cukup baik. “Kalau bertemu Nil, ngobrol-ngobrol sepak bola. Kalau bertemu di Payakumbuh, kami main bola bareng,” ujarnya. ANDRI EL FARUQI

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!