Profil Tiga WNI yang Jadi Pimpinan Teroris ISIS di Suriah

299

redaksi.co.id – Profil Tiga WNI yang Jadi Pimpinan Teroris ISIS di Suriah

Ada tiga warga negara Indonesia (WNI) yang disebut-sebut menduduki posisi yang cukup tinggi di hierarki kelompok ISIS yang berbasis di Suriah.

Diberitakan sebelumnya oleh Tribunnews.com, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyebut ketiganya saling berkaitan satu sama lain.

Badrodin menyampaikan bahwa di Suriah ada tiga tokoh Indonesia yaitu Abu Jandal, Bahrun Syah, dan Bahrun Naim.

“Ketiganya ini pimpinan,” ucapnya, saat dihubungi pada Kamis (21/1/2016).

Penelusuran Tribunnews.com, ketiga nama tersebut ternyata cukup disorot oleh media asing, yang kerap menganggap ketiganya sebagai ancaman.

Berikut adalah profil tiga WNI yang menjadi pimpinan ISIS di Suriah, menurut sorotan sejumlah media asing.

– Bahrun Naim

Bernama lengkap Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo, Bahrun Naim kembali mencuat namanya setelah dikatakan sebagai otak serangan di Sarinah.

Direktur Institute of Policy Analysis and Conflict, Dr Sidney Jones, mengatakan Bahrun telah menjadi ancaman sejak ia ke Suriah pada Januari 2015.

Pada November 2015, Bahrun pernah memuji hasil serangan yang dieksekusi oleh para militan ISIS di Paris pada laman blog pribadinya.

Bahrun juga dianggap sebagai perantara pimpinan ISIS dan Indonesia oleh direktur Global Terrorism Research Centre Monash University, Greg Barton.

Menurutnya, posisi itu mendukung Bahrun mendapat perintah langsung dari bos ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi melakukan serangan apapun di Indonesia.

– Bahrumsyah

Bahrumsyah dikenal sebagai komandan ISIS asal Indonesia yang berbasis di Suriah.

Sebagai pimpinan ISIS untuk pejihad Indonesia, ia dianggap memiliki kuasa untuk memerintahkan eksekusi serangan di Indonesia.

Sebelumnya, Bahrumsyah merupakan pemimpin dari kelompok militan Indonesia – Malaysia Katibah Nusantara, yang dibentuk 2014 lalu.

Ia juga diketahui merupakan mantan anggota kelompok Jemaah Islamiyah (JI), yang menjadi kunci pembentuk kelompok Katibah dan ancaman bagi Asia Tenggara.

Peneliti terorisme Ridlwan Habib pernah mengatakan pada Tribunnews sekitar 2014 lalu bahwa Bahrumsyah pernah memakai nama Abu Muhammad Al-Indonesiy.

– Abu Jandal

Di media asing, Abu Jandal al Yemeni al Indonesi atau Salim Mubarok Attamimi dikenal sebagai kepala rekrut militan di Indonesia.

Ulama asal Malang itu terkenal setelah muncul dalam sebuah video, yang mengancam akan berperang dengan militer Indonesia demi membentuk negara Islam.

Ia diketahui merupakan kaki tangan Aman Abdurrahman, militan yang pernah ditangkap atas kasus pengajaran pembuatan alat peledak pada 2004.

Abu Jandal pun menjadi sorotan media asing sebagai ancaman bagi negara-negara Asia Tenggara.

Hal itu terjadi setelah ia diberitakan merekrut pejihad dengan menawarkan pekerjaan menjadi sukarelawan kemanusiaan serta menjanjikan uang.

Artikel Lainnya:

Media Inggris Sebut Pembunuhan Mirna Seperti Novel “Agatha Christie”

Suami, Adik dan Ayah Mirna Diperiksa Polisi

Jaksa Tuntut Jero Wacik 9 Tahun Penjara

Dimi Cindyastira, Cewek Cantik Misterius di ‘AADC 2’

Messi Cari Bocah Pemakai Rompi Kresek

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

loading...

Comments

comments!