Harga Divestasi Freeport Ditargetkan Selesai Maret

redaksi.co.id - Harga Divestasi Freeport Ditargetkan Selesai Maret Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Enegeri dan Sumber Daya Mineral Bambang Gatot berharap penetapan harga divestasi saham...

15 0

redaksi.co.id – Harga Divestasi Freeport Ditargetkan Selesai Maret

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Enegeri dan Sumber Daya Mineral Bambang Gatot berharap penetapan harga divestasi saham PT Freeport Indonesia selesai Maret ini. Pemerintah mengartikan batasan evaluasi selama 60 hari dihitung dari adanya kesepakatan, bukan sejak penawaran yang disampaikan pekan lalu.

“Kalau sudah sepakat, Kementerian ESDM menyampaikan ke Kementerian Keuangan. Nanti Kementerian Keuangan akan menyampaikan minatnya,” kata Bambang Gatot saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi Energi DPR, Jakarta, Rabu 20 Januari 2016. Sesuai prosedur, divestasi 10,64 persen saham Freeport terlebih dahulu ditawarkan kepada pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat tak membeli dalam 90 hari sejak penawaran, saham ditawarkan ke pemerintah daerah. Bila pemerintah daerah tak membeli dalam waktu 60 hari, saham ditawarkan ke BUMN atau BUMD. Bila tak ada yang berminat, proses diulang kembali di tahun berikutnya.

Bambang mengatakan divestasi saham Freeport melalui tiga tahapan. Tahapan pertama, pemerintah membentuk tim divestasi, penjelasan metode, asumsi financial model Freeport Indonesia serta klarifikasi metode. Tahapan ini berlangsung bulan Januari.

Tim kemudian menegoisasikan harga berdasarkan metode, asumsi dan finansial model pada bulan Februari. Pada tahap ini, tim teknis melakukan due diligence ke Mimika dan tim keuangan fokus pada klarifikasi dan data pendukung asumsi financial model untuk melakukan valuasi.

Tahapan terakhir adalah penetapan harga sejak Maret nanti. Setelah ditetapkan, Kementerian ESDM akan menawarkan ke pemerintah, pemerintah provinsi, atau pemerintah kabupaten. “Apabila dalam 60 hari pemerintah tidak ada jawaban, akan ditawarkan kepada BUMD atau BUMN,” kata dia.

Di luar itu, PT Aneka Tambang, PT Inalum, PT Timah dan PT Bukit Asam telah menyiapkan skema mengambil 10,64 persen PT Freeport Indonesia. Mereka membentuk induk korporasi atau Special Purpose Vehicle. Direktur Utama Antam Teddy Badrujaman memperkirakan SPV BUMN siap dengan ekuitas US$510 juta. Sisa pendanaannya, US$1,19 miliar, akan didapatkan dari perbankan atau lembaga keuangan lain.

Tedy mengatakan pinjaman ke SPV diperoleh dari investment banking. “Sumber pembayaran pinjaman adalah dari dividen Freeport. Bila Freeport tidak membayar dividen, tidak ada pembayaran cicilan pinjaman,” kata dia.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!