Akankah "Kutukan" Leonardo DiCaprio Berakhir dan Mendapatkan Oscar Pertamanya?

295

redaksi.co.id – Akankah "Kutukan" Leonardo DiCaprio Berakhir dan Mendapatkan Oscar Pertamanya?

Lewat aktingnya di The Revenant (2015), Leonardo DiCaprio ditabalkan sebagai Aktor Terbaik Film Drama dalam ajang Golden Globes 2016. Ia pun digadang-gadang bakal menyabet Piala Oscar pertamanya akhir Februari mendatang. Akankah kutukannya berakhir?

Meski berpredikat aktor papan atas Hollywood, Leopanggilannyabukanlah tipe pelakon yang berjaya di ajang penghargaan. Totalnya, ia menjadi nomine sebanyak 11 kali di ajang Golden Globes. Dari sejumlah itu, hanya 3 penghargaan yang bisa ia bawa pulang.

Di ajang Screen Actors Guild Awards, prestasinya lebih buruk. Dinominasikan sebanyak 8 kali, ia tak sekalipun menjadi pemenang. Catatan buruk ini bisa berakhir bila ia terpilih sebagai Aktor Pemeran Utama Berpenampilan Baik di pergelaran Screen Actors Guild Awards ke-22 yang dihelat pada 30 Januari mendatang. Di sana, bintang Titanic (1997) bersaing dengan Bryan Cranston (Trumbo), Johnny Depp (Black Mass), Michael Fassbender (Steve Jobs), dan Eddie Redmayne (The Danish Girl). Di Academy Awardspopuler dengan sebutan Oscarpencapaian aktor yang pernah digosipkan berpacaran dengan penyanyi Rihanna ini tak kalah naas. Lima kali ia gagal memboyong Piala Oscar.

Kekalahannya dimulai pada 1994. Saat itu ia menjadi nomine Aktor Pendukung Terbaik untuk lakonnya di Whats Eating Gilbert Grape (1993). Pada 2004 dan 2007, ia kembali menjadi calon penerima Piala Oscar kategori Aktor Terbaik untuk perannya di The Aviator (2004) dan Blood Diamond (2006). Lagi-lagi ia mengalami kekalahan. Nah, dua tahun silam ia kembali masuk bursa Oscar di dua kategori–Aktor Terbaik dan juga Film Terbaik (sebagai produser)lewat film The Wolf of Wall Street (2013).

Kembali didera kekalahan, Leo menjadi bahan olok-olok. Banyak meme bermunculan untuk meledek kegagalan pria berambut pirang ini di ajang Oscar. Di sisi lain, terutama penggemarnya, banyak yang kecewa ia tak kunjung mendapatkan piala keemasan itu. Akibat kekecewaan itu, tagar #poorleo mencuat di situs jejaring sosial Twitter.

Berulang kali mengalami kegagalan, Leonardo DiCaprio seperti dikutuk. Padahal, ada alasan logis kenapa ia tidak kunjung memenangi Oscar pertamanya.

Teori pertama, setiap kali menjadi nomine Oscar, Leonardo DiCaprioberhadapan dengan aktor-aktor hebat. Ketika menjadi nomine Aktor Pendukung Terbaik untuk film Whats Eating Gilbert Grape, Leo kalah dari aktor yang lebih senior, Tommy Lee Jones (The Fugitive-1994). Lalu, di Oscar 2007 ia kalah dari aktor Forest Whitaker yang bermain gemilang sebagai diktator Idi Amin di The Last King of Scotland.

Teori berikutnya, ia tak kunjung menang lantaran lakon yang dimainkannya tak cukup menarik hati juri. Leo identik dengan peran-peran yang cool (keren). Padahal, juri Oscar cenderung tertarik pada aktor yang berani bertransformasi besar-besaran demi memerankan karakternya.

Transformasi yang membuat pesona dan karakter pribadi si aktor tak tampak lagi ketika melakoni tokoh yang dimainkannya. Tengok saja Daniel Day-Lewisyang memenangkan Aktor Terbaik Oscar 2013nyaris tak dikenali sosoknya setelah menjadi Abraham Lincoln di Lincoln (2012). Atau lihatlah Colin Firth yang gaya bicaranya mendadak gagap di The Kings Speech (2010) dan dinobatkan sebagai Aktor Terbaik Oscar 2012.

Bicara soal cool, dalam sejarahnya, aktor-aktor yang membawakan karakter cool tak pernah memenangi Oscar. Ini sudah terbukti pada Cary Grant, Richard Burton, Robert Mitchum, James Dean, Steve McQueen, Samuel L. Jackson, Gary Oldman, dan Tom Cruise.

Brilian di The Revenant.

Dalam The Revenant,Leonardo DiCapriomelakoni Hugh Glass, seorang pemburu beruang. Dalam sebuah perburuan di sungai Missouri, ia diserang seekor beruang hingga sekarat. Teman-temannya kemudian merampok dan meninggalkannya begitu saja. Hugh, amat marah karena dicampakkan, berusaha mencari rekan-rekannya. Berada dalam kondisi dingin yang ekstrem, Hugh merangkak sejauh 300 km lebih untuk melampiaskan kemarahannya.

The Revenant digarap sutradara Alejandro Gonzlez Irritu yang tahun lalu meraih Oscar untuk film Birdman. Pengambilan gambar film ini diadakan di kawasan pegunungan bersalju di Kanada dan Amerika Serikat, dan Argentina. Buat Leonardo DiCaprio, memerankan Hugh bukanlah hal yang mudah.

Ini bahkan film tersulit yang pernah aku bintangi. Anda akan mengetahui seperti apa kesulitan yang aku hadapi setelah menonton filmnya, kata Leonardo DiCaprio.

Salah satu momen paling berat adalah ketika harus keluar masuk sungai. Aku mengenakan pakaian terbuat dari kulit rusa dan beruang yang bila dalam keadaan basah beratnya bisa mencapai 45 kg. Setiap hari aku juga berusaha agar jangan terkena hipotermia, sambung aktor yang berulang tahun setiap 11 November ini.

Kali ini, kritikus dan pengamat film sepakat akting Leonardo DiCaprio di film ini sangat brilian. Tak mengherankan ia dianggap sebagai kandidat paling kuat pemenang Aktor Terbaik Oscar 2016.

Jalannya menuju Oscar pertamanya makin terbuka lebar karena tak ada aktor yang perannya terlihat menonjol belakangan. Satu-satunya lawan Leo yang kuat barangkali hanya Matt Damon, yang meraih Aktor Terbaik Film Komedi untuk film The Martian (2015) pada Golden Globes lalu.

Kemenangan di Golden Globes tentu sangat menguntungkan Leo. Aku pikir Leo akan menang secara telak. Aku tidak merasa dia akan kalah, kata Scott Feinberg, kolumnis majalah The Hollywood Reporter. Jadi, akankah kita akan melihat Leo menggenggam Piala Oscar? Kita tunggu saja.

(bin/gur)

(red/urista/urnamasari/NP)

loading...

Comments

comments!