Walhi Minta Pemerintah Hati-hati soal Proyek Kereta Cepat

redaksi.co.id - Walhi Minta Pemerintah Hati-hati soal Proyek Kereta Cepat , Jakarta - Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup, Nur Hidayati, mengatakan pemerintah...

18 0

redaksi.co.id – Walhi Minta Pemerintah Hati-hati soal Proyek Kereta Cepat

, Jakarta – Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup, Nur Hidayati, mengatakan pemerintah perlu hati-hati terkait proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung. “Kereta api cepat ini baru pertama kali ada di Indonesia.

“Prosesnya harus benar-benar menyeluruh dan harus ada prinsip kehati-hatian,” kata dia di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Januari 2016.

Ia menilai proses kesepakatan kereta cepat ini sangat cepat. Menurut dia, mulai dari sosialisasi awal sampai konsultasi terkesan tergesa-gesa. “Apakah memang prosesnya dilakukan? Jangan sampai ini hanya menjadi proyek ambisiusnya pemerintah, tapi hal-hal yang seharusnya menjadi pertimbangan, diabaikan,” kata Nur Hidayati yang akrab disapa Yaya.

Yaya menjelaskan, pemerintah belum berpengalaman dengan proyek kereta api cepat. Apalagi, proyek ini akan melalui banyak wilayah. Maka, kata Yaya, pemerintah perlu mengetahui dampak sosialnya.

Dampak sosial ini juga harus dimuat dalam analisis dampak lingkungan (amdal). “Kalau melihat rentang waktu proses amdal ini, perlu dicurigai bahwa amdalnya nggak benar,” kata Yaya.

Dia menjelaskan, proyek ini melampaui lima kabupaten yang perlu diteliti dampak sosial dari pembangunan kereta cepat. “Berapa wilayah masyarakat yang akan terkena? Apakah ada akses yang terpotong dengan adanya jalur kereta ini?” kata Yaya.

Belum lagi pertanyaan, apakah proses konsultasinya sudah benar dilaksanakan dan memuat aspirasi masyarakat.

Menurut Yaya, kajian itu bukan studi yang sederhana. Ia meminta pemerintah tak terburu-buru mengadakan proyek kereta cepat ini. “Mendingan pemerintah meletakkan kehati-hatian di depan daripada nanti menyesal, kalau kemudian hari dampaknya jauh lebih besar dari yang diperkirakan,” ujarnya.

REZKI ALVIONITASARI

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!