Pemerintah Rancang Holding BUMN Multimedia

redaksi.co.id - Pemerintah Rancang Holding BUMN Multimedia JAKARTA. Pemerintah memperkuat BUMN multimedia dengan membentuk cluster digital National Publishing and News Corporation (NPNC). Ke depan, cluster yang...

36 0

redaksi.co.id – Pemerintah Rancang Holding BUMN Multimedia

JAKARTA. Pemerintah memperkuat BUMN multimedia dengan membentuk cluster digital National Publishing and News Corporation (NPNC). Ke depan, cluster yang beranggotakan empat perusahaan pelat merah tersebut dapat diarahkan untuk membentuk holding BUMN multimedia.

Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN mengatakan, untuk sementara bentuk NPNC hanya berupa kerja sama operasional sesuai dengan fungsi dan bidang perusahaan.

“Nanti apakah digabung secara legal, akan kami lihat perkembangannya, kami akan tata perusahaannya dan lihat peluangnya untuk menjadi satu,” kata dia di kantornya, Jumat (22/1).

Keempat perusahaan pelat merah yang tergabung dalam NPNC yakni, LKBN Antara, Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Perum Produksi Film Negara (PFN), serta PT Balai Pustaka. Pembentukan NPNC tersebut telah diresmikan pada Desember 2015 lalu lewat penandatangan nota kesepahaman.

Menurut Fajar, dengan pembentukan cluster ini, peran masing-masing perusahaan akan disinergikan untuk bisa merebut pangsa pasar multimedia di dalam negeri. Sebab, sebelumnya antar perusahaan bergerak sendiri-sendiri sehingga kinerja maupun pendapatan kurang optimal.

Sasaran sektor gabungan perusahaan pelat merah ini antara lain industri packaging atawa pengemasan produk dan security printing alias pencetakan dokumen rahasia. Fajar bilang, NPRI bisa mencetak proyek-proyek dimiliki Balai Pustaka dan bisa dikerjasamakan dengan Antara untuk bagian promosinya.

Sayangnya, ia tida bisa menjawab potensi peningkatan pendapatan yang bisa diperoleh lewat NPNC. “Kami juga masih menghitung market share dan belum bisa dibicarakan secara pasti, dan cluster ini juga tidak membutuhkan investasi tambahan hanya dari masing-masing perusahaan,” kata Fajar.

Djakfarudin Junus, Direktur Utama PNRI mengatakan, pihaknya optimistis sinergi antar BUMN akan dapat menggenjot pendapatan dan laba perusahaan hingga 10% pada 2016 ini.

“Ke depan nanti, yang akan muncul NPNC bukan perusahaan, ini sangat strategis karena semua sektor bisnis butuh printing dan kami punya 13 pabrik yang lokasi tersebar di seluruh Indonesia,” ujar dia.

Untuk tahun ini, pihaknya akan berinvestasi senilai Rp 50 miliar untuk melakukan revitaliasi mesin-mesin printing. Adapun proyek yang akan dilaksanakan dengan kerja sama NPNC ini di antaranya pencetakan kemasan produk obat-obatan hasil kerja sama dengan Balai Pustaka.”

Saifil Bahri, Direktur Utama Balai Pustaka mengatakan, perusahaannya memiliki sekitar 6.000 konten sastra budaya yang bisa dikerjasamakan dengan Perum PFN untuk produksi film. “Kami dalam penjajakan saat ini, bisa dibayangkan kalau konten diangkat kembali dalam film, selain meningkatkan kinerja juga bisa mengangkat kembali karya sastra Indonesia,” ujar dia.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!