Ekonomi Dunia Sedang dalam Masalah

redaksi.co.id - Ekonomi Dunia Sedang dalam Masalah World Economic Forumyang diselenggarakan di Davos, Swiss menyisakan berbagai fakta mencengangkan. Kondisi perekonomian China yang menurun ternyata bukanlah satu-satunya...

17 0

redaksi.co.id – Ekonomi Dunia Sedang dalam Masalah

World Economic Forumyang diselenggarakan di Davos, Swiss menyisakan berbagai fakta mencengangkan. Kondisi perekonomian China yang menurun ternyata bukanlah satu-satunya hal yang harus dikhawatirkan. Para pemimpin percaya bahwa perekonomian dunia memang sedang dalam masalah.

Melansir halamanCNBC, Jumat (22/1/2016), isu mengenai perekonomian China masih menjadi isu hangat yang dibicarakan. Salah satunya adalah mengenai akumulasi hutang China yang cukup besar mereka gunakan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di tengah krisis keuangan.

Data yang dikeluarkan oleh McKinsey Global Institute mengungkap bahwa total hutang yang dimiliki China meningkat dari 160 persen terhadap total GDP menjadi 280 persen terhadap total GDP akibat krisis yang melanda. Perekonomian mereka yang melemah pun menjadi kekhawatiran sendiri bahwa hutang yang begitu besar ini nantiakan sulit untuk dipenuhi.

Namun China bukanlah satu-satunya hal yang perlu dikhawatirkan. Menurut The Telegraph, total hutang di sektorpublikdan swasta di negaraemerging market (EM) dunia juga meningkat dari 150 persen ke angka 185 persen dari GDP. Sebagian besar porsi hutang pihak swasta didominasi oleh Dolar AS.

Hal ini diperparah karena mata uang emerging market terus menurun terhadap greenback. Akibatnya, beban utang dalam mata uang lokal pun terus meningkat di tengah perlambatan ekonomi negara-negara diemerging market. Di beberapa Negara seperti Brazil, kontraksi perekonomian semakin cepat.

Kepala OECDs review dan Mantan Kepala Ekonom Bank for International Settlements, William White, mengungkap bahwa tekanan pada sistem keuangan yang ada sekarang dapat lebih dari kondisi perekonomian pada tahun 2007.

Untuk itu mereka berjuang untuk membuat penyesuaian terhadap ekonomi global yang sedang terjadi. White menuturkan bahwa penyesuaian harus dilakukan dengan cepat untuk mengatasi masalah yang terkait dengan ketidakseimbangan global sebelum nantinya badai perekonomian global dapat kembali terjadi. (Vna/Gdn)

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!