Rusia Bantah Minta Presiden Suriah Bashar al-Assad Lengser

redaksi.co.id - Rusia Bantah Minta Presiden Suriah Bashar al-Assad Lengser Kabar mengejutkan beredar soal Rusia dan sekutunya: rezim Suriah. Presiden Vladimir Putin dikabarkan mengirimkan utusan khusus...

33 0

redaksi.co.id – Rusia Bantah Minta Presiden Suriah Bashar al-Assad Lengser

Kabar mengejutkan beredar soal Rusia dan sekutunya: rezim Suriah. Presiden Vladimir Putin dikabarkan mengirimkan utusan khusus ke negara yang dilanda konflik itu. Untuk meminta Presiden Bashar al-Assad mundur. Sumber pejabat Barat mengatakan, Putin memilih Jenderal Igor Sergun, direktur badan intelijen militer (GRU) sebagai pembawa pesan. Kepada Financial Times, para sumber menyebut, sang jenderal berusaha meyakinkan Bashar al-Assad lengser di Damaskus tahun lalu. Namun, saat bertemu, Assad bersikukuh tetap berkuasa. Ia tak sudi mundur. Sejumlah pihak menilai, kemunduran Assad adalah syarat utama menghentikan perang saudara di Suriah sekaligus menghentikan angkara ISIS. Amerika Serikat dan sekutunya hanya menerima presiden tersebut duduk di kursinya selama periode transisi. Bukan jangka panjang.

“Salah satu penyebab kematiannya adalah kelelahan — bekerja terlampau keras, kurang tidur, dan ‘gejala’ gejala yang bisa menyertai posisinya itu,” demikian kata sumber Rusia kepada LifeNews.Kabar tersebut bertolak belakang dengan tindakan Rusia yang melakukan intervensi di Suriah September lalu, dengan melancarkan ratusan serangan ke pihak pemberontak khususnya di sekitar Aleppo dan di dekat Deraa. Semua dilakukan untuk menyelamatkan rezim Bashar al-Assad.Moskow pun mengeluarkan bantahan. “Bukan seperti itu yang terjadi,” kata juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov saat ditanya soal misi Jenderal Sergun ke Suriah, seperti dikutip dari Guardian, Sabtu (23/1/2016). November lalu, mantan Dubes Uni Soviet untuk Suriah Alexander Aksenyonok menduga Assad tak bakal bertahan. “Jika Assad berpikir ia bisa melawan teror tanpa memulai sebuah proses politik di Suriah, ia salah besar,” kata dia. “Proses tersebut harus berjalan secara paralel.”

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!