Masyarakat Anggap Pemerintah Tidak Peduli

Surabaya - redaksi.co.id, Per 1 Maret kemarin, harga BBM bersubsidi dan LPG 12 kilogram naik, mengikuti harga minyak dunia. Kenaikan ini dikeluhkan masyarakat, lantaran bersamaan dengan...

50 0

Surabaya – redaksi.co.id, Per 1 Maret kemarin, harga BBM bersubsidi dan LPG 12 kilogram naik, mengikuti harga minyak dunia. Kenaikan ini dikeluhkan masyarakat, lantaran bersamaan dengan kenaikan harga beras dan sejumlah kebutuhan pokok.

Kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 200 perliter dan harga LPG 12 kilogram sebesar Rp 5 ribu pertabung, dikeluhkan masyarakat. Hal ini lantaran kenaikan harga BBM bersubsidi dan LPG 12 kilogram bersamaan dengan harga beras dan kebutuhan pokok lain yang tak kunjung turun.

Menurut Puji warga Bendul Merisi Surabaya,  pemerintah tidak peka dan perhatian terhadap rakyat. Lantaran membiarkan harga sejumlah komoditas naik, diiringi dengan kenaikan BBM dan LPG. Seharusnya, kenaikan BBM dan LPG diimbangi dengan penurunan harga kebutuhan pokok.

Sementara itu, Pertamina mengaku pihaknya tidak mengambil keuntungan dari kenaikan harga BBM bersubsidi saat ini. Kenaikan Rp 200 perliter dianggap tidak menguntungkan. Lantaran margin masih terlalu kecil.

” Sebenarnya Pertamina berhak mengambil margin 5 sampai 10 persen perharga jual. Atau 340 sampai 680 rupiah perliter BBM bersubsidi,” kata Heppy Wulansari Assistant Manager Pertamina MOR V.
 
Kenaikan harga LPG 12 kilogram terjadi menyusul kenaikan harga BBM 1 Maret kemarin. Kenaikan harga dari semula Rp 129 ribu pertabung menjadi Rp 134 ribu pertabung 12 kilogram. Sementara harga BBM bersubsidi dari semula Rp 6.700 perliter menjadi Rp 6.900 perliter untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali. Sedangkan untuk wilayah di luar Jawa Madura dan Bali, harga BBM menjadi Rp 6.800 perliter.

Kenaikan tidak terjadi untuk solar, minyak tanah, dan LPG 3 kilogram. Saat ini konsumsi BBM jenis premium di Jatim mencapai 10.176 metrik ton perhari, solar sebanyak 4.767 metrik ton perhari. Sementara konsumsi LPG 3 kilogram perbulan mencapai 80.952 metrik ton, dan LPG 12 kilogram 4.795 metrik ton perbulan.(pul)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!