Marco Rubio, Capres AS Ganteng Bekas Pelayan Toko Jadi Pesaing Donald Trump

258

redaksi.co.id – Marco Rubio, Capres AS Ganteng Bekas Pelayan Toko Jadi Pesaing Donald Trump

Marco Rubio, senator Partai Republik dari Florida, menjadi pesaing kuat Donald Trump maju sebagai kandidat calon presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik.

Capres termuda AS berusia 43 tahun ini akan bertarung dalam Pemilu tahun ini.

Jika terpilih jadi presiden AS maka Rubio merupakan warga AS keturunan Kuba dari keturunan Hispanik.

J. Scott Applewhite/AP Photo

Washington Post pernah memberitakan sosok Rubio yang dulunya eks seorang bartender dan pelayan toko.

Di Amerika ayah saya menjadi bartender sedangkan ibu saya seorang pelayan toko. Mereka bukan orang yang besar, namun mereka sangat berhasil mendidik saya, ujar Rubio.

Dia menceritakan banyak lagi kisah hidupnya.

Kedua orang tuanya sebuah keluarga sederhana dan serba berkecukupan di Kuba.

Setelah ibunya meninggal dunia, ayahnya menghadapi banyak masalah dan Rubio bekerja di usia sembilan tahun membantu keuangan keluarga.

‘Ayah saya seorang pekerja keras,” kata Rubio.

Peluang Rubio maju di Pilpres AS terbuka lebar.

Hari ini, Minggu (24/1/2016), suratkabar Des Moines Register, suratkabar terbesar di negara bagian yang akan melangsungkan kaukus pertama nominasi presiden Amerika pada 1 Februari mendatang, telah menyatakan dukungan pada kandidat calon presiden Partai Republik Marco Rubio dan kandidat calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton.

Tidak ada kandidat lain yang bisa menyamai kemampuan, pengetahuan dan pengalaman Clinton, tulis editorial suratkabar itu tentang Hillary Clinton seperti dikutip Tribunnews.com dari VOA-Indonesia.

Disediakan oleh tribunnews

Kandidat presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan kandidat presiden dari Partai Republik Marco Rubio.

Sementara bagi calon presiden Partai Republik, Des Moines Register merekomendasikan Marco Rubio sebagai kandidat yang bisa memberi arah baru bagi partai, salah seorang yang menolak sentimen kemarahan, pesimisme dan ketakutan saat ini, dan sebaliknya menekankan pada kesempatan dan optimism.

Tampaknya tidak ada dukungan bagi kandidat calon presiden unggulan Partai Republik, milyuner Donald Trump, setelah suratkabar itu menerbitkan editorial yang mengecam Trump Juli lalu, yang menyerukan kepadanya untuk mengakhiri pertunjukkan omong kosong dan mundur dari pencalonan itu.

Para pemenang kaukus Iowa tidak selamanya akan dinominasikan oleh partai pada pemilu bulan November mendatang atau bahkan memenangkan pemilu negara bagian.

Suratkabar itu mendukung Clinton ketika bertarung dalam pemilu tahun 2008, dengan mengatakan bahwa ia istimewa karena siap untuk memimpin. Barack Obama justru memenangkan kaukus Iowa dan Clinton berada di tempat ketiga setelah John Edwards.

Pada tahun yang sama the Register mendukung Senator John McCain sebagai kandidat calon presiden Partai Republik. McCain berada di tempat keempat pada kaukus Iowa, tetapi meraih nominasi partai untuk bertarung dalam pemilu, meskipun kemudian dikalahkan Barack Obama pada tahun 2008. [em]

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!