Agar Tak Terperangkap Ingatan Palsu, Biarkan Anak Bercerita Sendiri

- redaksi.co.id, Jika anak anda gemar bercerita jangan di larang. Karena memang itulah cara dia berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu kepada anda. Akan tetapi jangan sekali-sekali...

30 0

redaksi.co.id, Jika anak anda gemar bercerita jangan di larang. Karena memang itulah cara dia berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu kepada anda. Akan tetapi jangan sekali-sekali anda, mengarahkan agar anak anda bercerita menurut keinginan anda. Biarkan dia bercerita sendiri dengan caranya sendiri, karena hal ini akan mengurangi resiko anak terjebak dalam false memory atau sebuah ingatan palsu.

False Memory atau ingatan palsu suatu kejadian rentan terjadi pada anak karena kemampuan kognitif yang belum matang. Oleh sebab itu orang tua perlu hati-hati dalam menanyakan suatu hal agar anak tak terjebak ingatan palsu dan memberikan informasi yang salah.

Kebanyakan anak terutama kelompok usia 10 tahun ke bawah masih sulit membedakan antara kenyataan dan fantasi. Psikolog Phddari University Of Toledo mengatakan sifat anak yang ingin menuruti kemauan orang dewasa akan semakin mempermudah dirinya terjebak ingatan palsu dan memberikan jawaban yang diingankan. Jika orang tua curiga ada suatu kejadian seperti misalnya kekerasan terjadi pada anak, sebaiknya orang tua membiarkan anak bercerita dengan kata-katanya sendiri. Seringkali orang tua menghujani anak dengan pertanyaan yang sudah mengarah.

“Orang tua yang bertanya,  kamu tadi seperti ini seperti itu?” memang bisa mendapat jawaban yang lebih banyak dari anak. Tapi dengan pertanyaan itu keakuratan jawaban anak justru semakin berkurang.  Jawaban anak dapat diandalkan jika dilakukan secara spontan pertama kali dan tanpa ekspos terhadap informasi palsu atau tekanan sosial. Biarkan anak bercerita dengan sendirinya karena pernyataan pertama tersebut lebih bisa diandalkan.(pul)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!