Resiko Mendengarkan Musik Lebih Dari Satu Jam, Bisa Menyebabkan Hilang Pendengaran

- redaksi.co.id, Mendengarkan musik memang telah menjadi bagian hidup beberapa orang di zaman modern seperti ini. Semakin canggihnya peralatan audio visual juga memicu kebiasaan untuk...

89 0

redaksi.co.id, Mendengarkan musik memang telah menjadi bagian hidup beberapa orang di zaman modern seperti ini. Semakin canggihnya peralatan audio visual juga memicu kebiasaan untuk mendengarkan musik di mana pun. Namun redaksi.co.id mengingatkan, bahawa resiko mendengarkan musik dalam frekuensi yang cukup besar bisa membuat anda kehilangan pendengaran.

Penggunaan perangkat audio pribadi yang tidak aman, serta volume suara tinggi pada acara-acara membuat lebih dari satu miliar remaja dan dewasa muda berisiko kehilangan pendengaran permanen, berdasarkan peringatan dari organisasi kesehatan dunia WHO.

Data yang dianalisis oleh badan PBB tersebut menunjukkan, hampir setengah dari populasi negara-negara maju, antara usia 12 dan 35 tahun, terpapar tingkat tidak aman kebisingan perangkat audio pribadi. Sementara, 40 persen kerusakan pendengaran terjadi di tempat-tempat hiburan. potensi gangguan pendengaran disebabkan baik oleh volume suara dan durasi, serta frekuensi paparan. Tingkat kebisingan pada 85 desibel aman hingga delapan jam sehari. Sementara, mendengarkan perangkat audio dengan volume maksimal pada 105 desibel aman untuk selama empat menit.

Pertunjukan konser dengan suara amat keras pada 120 desibel aman hanya selama 28 detik. Sementara sirene atau vuvuzela, terompet dari Afrika Selatan yang terkenal selama piala dunia FIFA 2010, mengancam pendengaran setelah sembilan detik.

Individu, tempat-tempat pertunjukan, dan pemerintah, semua pihak didesak untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah gangguan pendengaran. WHO mendesak pemerintah agar mengatur kampanye informasi terhadap publik. serta, mengembangkan dan mendesak peraturan tegas terhadap kebisingan hiburan.

Seseorang dapat mencegah gangguan pendengaran dengan mengecilkan volume pada perangkat audio mereka. Atau dengan menggunakan earphone yang sesuai dan jika mungkin dengan perangkat pembatal kebisingan.

WHO memperkirakan, ada 360 juta orang di dunia menderita gangguan pendengaran. Kebisingan yang berlebihan jadi salah satu penyebab utama hilangnya pendengaran, setelah cedera dan penyakit menular. Laporan tersebut muncul pada malam International Ear Care Day yang diperingati setiap tahun pada 3 Maret. (pul)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!