5 Ayah dan Anak yang Hebohkan Sepak Bola Dunia

redaksi.co.id - 5 Ayah dan Anak yang Hebohkan Sepak Bola Dunia Bakat sepak bola seorang pemain tidak jarang menurun dari sang ayah. Terbukti, sejumlah nama yang...

17 0

redaksi.co.id – 5 Ayah dan Anak yang Hebohkan Sepak Bola Dunia

Bakat sepak bola seorang pemain tidak jarang menurun dari sang ayah. Terbukti, sejumlah nama yang meramaikan jagat sepak bola belakangan ini ternyata memiliki ayah yang punya karier bagus di lapangan hijau.

Darah sepak bola yang mengalir dalam keluarga banyak berpengaruh menjadikan sang anak sebagai pesepak bola. Tapi, tidak sedikit anak yang gagal mengikuti jejak sukses sang ayah di lapangan hijau pada masa lampau.

Namun, banyak pula cerita anak yang ternyata lebih mentereng ketimbang karier yang dimiliki sang ayah sebelumnya. Contoh paling hebat untuk kisah ayah dan anak dalam sepak bola dunia menjadi milik Cesare dan Paolo Maldini.

Yang terbaru, Zinedine dan Enzo Zidane diprediksi menambah daftar ayah dan anak di persepakbolaan dunia. Zinedine baru diangkat sebagai pelatih kepala Real Madrid, sementara Enzo masih di tim B Los Merengues, tapi tinggal menunggu waktu untuk di mainkan di tim utama.

Berikut daftar lima ayah dan anak paling terkenal di dunia sepak bola:

5. Johan dan Jordy Cruyff

Johan Cruyff disebut-sebut sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah lahir di bumi. Dia dianggap legenda sepak bola Belanda, bahkan dunia. Kehebatannya di atas lapangan masih sering diceritakan banyak orang hingga sekarang.

Ketika nama besar Cruyff diwariskan kepada sang anak, Jordy, ekspektasi besar disematkan di pundaknya. Namun, Jordy sepertinya terbebani dengan ekspektasi itu. Meski sempat membela Barcelona dan Manchester United, kemampuannya dianggap tak spesial.

4. Peter dan Kasper Schmeichel

Disediakan oleh Kreative Media Karya Online

Menjadi bagian penting ketika Timnas Denmark menjuarai Euro 1992, nama Peter Schmeichel tak tergantikan ketika dia menjaga gawang tim manapun. Bersama Manchester United, Peter meraih treble winner pada 1999 lewat penampilan heroiknya.

Sang anak, Kasper, juga memilih karier sebagai penjaga gawang. Sempat memperkuat Manchester City, namanya justru menjulang belakangan ini usai performa mengesankan bersama Leicester City di Premier League. Kasper kiper yang bagusm tapi tak pernah bisa menyamai kehebatan sang ayah yang melegenda.

3. Harry dan Jamie Redknapp

Harry Redknapp tak pernah bermain untuk klub elit. Dia pernah membela West Ham United dan Bournemouth, tapi tak benar-benar sukses. Namun, Harry dinilai sebagai manajer yang bagus, daftar klub yang pernah ditanganinya terbilang banyak.

Sang anak, Jamie Redknapp, mungkin sedikit lebih baik kariernya sebagai pemain ketimbang Harry. Liverpool dan Tottenham Hotspur pernah dibelanya. Karier Jamie sebagai pemain biasa-biasa saja, kini dia menjadi pundit di Sky Sports, suatu hari mungkin dia akan menangani tim seperti sang ayah.

2. Danny dan Daley Blind

Manajer Timnas Belanda, Danny Blind, merupakan bek berkualitas saat menjalani karier sebagai pemain. Sang anak, Daley Blind, juga memilih karier sebagai pemain belakang, meski posisinya tidak sama persis dengan ayahnya.

Prestasi Danny sebagai pemain boleh jadi lebih cemerlang ketimbang sang anak, karena pernah memenangi Liga Champions bersama Ajax Amsterdam. Sayang sebagai pelatih, Danny gagal membawa Timnas Belanda ke Euro 2016.

Daley Blind yang sejak musim lalu berseragam Manchester United saat ini perlu bermain lebih konsisten. Posisinya juga terancam, bila Louis van Gaal dipecat dari jabatan manajer, mengingat Daley direkrut sebagai bagian dari rencana pelatih berjuluk Iron Tulip tersebut.

1. Cesare dan Paolo Maldini

Paolo Maldini mungkin menjadi satu-satu pemain yang bisa menandingi kehebatan sang ayah sebagai pesepakbola. Cesare Maldini pernah menjadi salah satu bek terbaik di generasinya, Paolo pun dianggap pemain bertahan kelas satu pada jamannya.

Cesare dan Paolo menikmati masa-masa suksesnya bersama AC Milan. Ayah dan anak ini sama-sama berstatus sebagai legenda Rossoneri, karena mampu menyumbang berbagai gelar bergengsi.

Cesare meniti karier sebagai pelatih dan telah memiliki prestasi yang bagus. Tapi, Paolo belum memutuskan untuk melatih, tapi cepat atau lambat mungkin dia mengikuti jejak ayahnya lagi.

Paolo tak tergantikan di lini belakang Timnas Italia, bahkan dia dipercaya sebagai kapten. Cesare sempat menjadi pelatih Timnas Italia, ketika Paolo masih aktif sebagai pemain.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!