Lingua, Comeback Setelah Musisi 90's Menggeliat Lagi

333

redaksi.co.id – Lingua, Comeback Setelah Musisi 90's Menggeliat Lagi

Anda yang dibesarkan di dekade 90-an tentu mengenal Lingua, trio yang diperkuat Frans Mohede (39), Amara (40), dan Ari Widiawan Riyadi (41).

Karier mereka dimulai ketika merilis album Bila Kuingat pada 1996. Album itu melahirkan hit abadi Bila Kuingat dan Jangan Kau Henti. Terakhir mereka merilis album Bintang (1998). Setelah 17 tahun menghilang, apa kabarnya mereka sekarang?

Kini, Lingua kembali ke industri musik. Persis di pengujung 2015, Lingua tampil bersama Coboy. Kolaborasi Lingua dan Coboy ini disebut Colabo.

Colabo terbentuk enam bulan lalu. Awalnya, kami tidak mau bikin single atau album tapi langsung konser pada akhir 2016. Masalahnya, kalau mau bikin konser kami harus memiliki alat yang mengingatkan masyarakat bahwa Lingua dan Coboy masih eksis. Itu sebabnya kami membangun Colabo, Frans menerangkan di Plaza Indonesia, Jakarta.

Pertemuan pertama antara Lingua dan Coboy terjadi di rumah Frans. Rapat berlangsung empat kali. Lalu terbentuklah Colabo dan tercipta lagu Good Time.

Bersatu setelah 17 tahun terpisah bukan perkara mudah. Frans, Amara, dan Ari melatih harmonisasi vokal lagi dan menyatukan hati lagi karena sekeras apa pun berlatih vokal, tidak akan berhasil jika tiga hati tidak klik.

Ide awal lagu Good Time dari Amara. Ibu tiga anak ini membayangkan bagaimana aransemen dan suasana lagu nantinya. Agar lirik dan musiknya lebih kaya, Amara minta masukan dari Frans, Ari, dan para personel Coboy (Ali Mustafa, Ferry, Gilberth Patiruhu, serta Ponco Buwono-red). Kemudian, Amara membuat kerangka lagu dengan bantuan musisi Iwang Noorsaid dan IrvNat. Kembalinya Coboy dan Lingua menambah panjang daftar musisi dekade 90-an yang mencoba eksis kembali.

Sepanjang 2015 misalnya, beberapa ikon musik 90-an menggelar konser di berbagai kota. Pada Februari 2015, Sheila on 7, Base Jam, ME, Voodoo, Fatur, dan Nadila menggelar konser bertajuk The 90’s Festival di Bandung.

Pada 7 November 2015, Coboy, Protonema, Jingga, Bunglon, dan sejumlah musisi lain menyapa penggemarnya lewat konser The 90’s Festival Big Reunion di Istora Senayan, Jakarta.

Sebulan kemudian, konser eksklusif Jakarta Dekade menggebrak Balai Kartini. Titi DJ, Reza Artamevia, Harvey Malaiholo, dan nama kondang lainnya menebar banyak hit.

Frans tidak menampik fenomena tersebut. Sebelum ikon era 90-an kembali, kami sudah menggagas untuk comeback. Banyak yang bilang, puncak industri musik Indonesia ada di dekade 90-an. Saya senang dengan komentar itu. Kami tidak takut kembali dan bersaing dengan musisi yang saat ini sedang bersinar, ucap Frans.

(wyn/gur)

(red/andhi/urhartanto/SN)

loading...

Comments

comments!