Iuran BPJS Hangus Kalau Tidak Dibayar Berbulan-bulan?

redaksi.co.id - Iuran BPJS Hangus Kalau Tidak Dibayar Berbulan-bulan? Bayar iuran BPJS Kesehatan itu hukumnya wajib! Enggak ada pakai-pakai alasan apapun. Mau lupa bayar kek, enggak...

57 0

redaksi.co.id – Iuran BPJS Hangus Kalau Tidak Dibayar Berbulan-bulan?

Bayar iuran BPJS Kesehatan itu hukumnya wajib! Enggak ada pakai-pakai alasan apapun. Mau lupa bayar kek, enggak sempet, enggak punya duit, enggak peduli. Ujung-ujungnya semua orang yang pegang BPJS mesti bayar iuran.

Terus kalau yang enggak bayar gimana? Apa hangus kartunya? Mesti daftar dari awal lagi?

Pastinya ada konsekuensinya bagi yang alpa bayar iuran BPJS. Ketika menunggak bayar iuran sampai tiga bulan, siap-siap saja diputuskan keanggotaan dari BPJS Kesehatan.

Tapi sebelumnya, BPJS bakal kasih peringatan dulu. Kiriman peringatan atau teguran agar membayar iuran itu sebenarnya masuk kategori sanksi. Nah, sanksi yang paling berat adalah pemutusan keanggotaan BPJS itu tadi.

Alhasil, kartu BPJS itu jadi enggak sakti lagi kalau ada apa-apa. Semua klaim enggak bakal dilayani karena tidak menunaikan kewajiban bayar iuran bulanan.

Lagi pula, sanksi dengan pemutusan keanggotaan ini dimaksudkan sebagai efek jera bagi yang ngemplang bayar iuran. Padahal sejak awal bergabung sebagai anggota BPJS, sudah disepakati untuk patuh bayar iuran dengan nominal yang disanggupi.

Kena denda

Efek dari telat bayar iuran bulanan bukan hanya diputuskan keanggotaan BPJS saja. Tapi ada konsekuensi tambahan lagi yakni bisa bikin kantong jebol.

Yup, mereka yang menunggak pembayaran iuran maka beban keuangan akan bertambah dan akan semakin membengkak pengeluaran di tiap bulannya. Ini karena BPJS menerapkan sistem denda bagi yang suka menunggak bayar iuran.

Pokoknya setiap keterlambatan pembayaran iuran BPJS akan dikenai denda administratif. Besaran denda biasanya 2 persen per bulan dari total iuran yang tertunggak.

Sebagai contoh, jika seseorang menunggak selama 10 bulan di mana besaran iuran per bulan adalah Rp 59.500, maka dia wajib melunasi iuran plus akumulasi denda 2 persennya selama 10 bulan. 2 persen dari Rp 59.500 adalah Rp 1.190. Alhasil total yang harus dibayarkan Rp Rp 596.190.

Itu baru satu orang. Coba kalau ditambah kartu BPJS milik istri sama dua anak, bakal berasa berat bukan?

Tunggak bayar = kartu BPJS jadi hangus

Tenang, negara enggak jahat-jahat banget kok sama rakyatnya. Enggak ada istilahnya kartu BPJS jadi hangus. Artinya, peserta BPJS yang terlanjur menunggak dan kartunya non aktif enggak perlu cemas. Kartu tersebut akan aktif kembali setelah seluruh tunggakan selama tiga bulan dibayar lunas.

Kok bisa? Ya bisa dong karena nomor peserta BPJS itu berlaku seumur hidup. Jadi catatan kepesertaan enggak bakal lenyap meski menunggak bayar dua bulan, lima bulan, atau setahun sekali pun. Asalkan semua tunggakan sudah dilunasi berikut dendanya, fasilitas BPJS dapat dinikmati lagi.

Nah, biar jangan sampai kejadian kartu BPJS diblokir gara-gara telat bayar atau lupa atau alasan lainnya, coba deh ikuti tipsnya di bawah ini.

Khusus yang poin terakhir, perlu diingatkan BPJS itu bukan kartu VIP atau juga kartu sakti. Itu kartu hanya menanggung kebutuhan dasar kesehatan. Pendek kata, BPJS itu diarahkan untuk membantu menjamin atas biaya kebutuhan medis, bukan untuk membayar keinginan medis.

Jadi, biar tagihan BPJS enggak menggerus keuangan bulanan, bayarlah tepat waktu dan sesuaikan dengan kemampuan. Dua itu kuncinya!

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!