Berapa Ya Gaji yang Saya Minta Saat Melamar Kerja?

redaksi.co.id - Berapa Ya Gaji yang Saya Minta Saat Melamar Kerja? Salary Benchmark telah digunakan lebih dari 20.000 profesional Indonesia, membantu mereka menentukan berapa gaji yang...

41 0

redaksi.co.id – Berapa Ya Gaji yang Saya Minta Saat Melamar Kerja?

Salary Benchmark telah digunakan lebih dari 20.000 profesional Indonesia, membantu mereka menentukan berapa gaji yang diharapkan saat melamar pekerjaan.

Setiap orang punya cita-cita dan impian untuk melakukan yang terbaik hingga mencapai dan meraih kesuksesan. Salah satu cara meraih kesuksesan adalah dengan berkarya.

Nah, pernahkah Anda merasakan kegalauan saat melamar pekerjaan dan harus menuliskan gaji yang diharapkan? Bingung dan takut tak dilirik atau tak diterima pihak perusahaan jika terlalu tinggi, atau takut terlalu rendah sehingga nantinya hanya dihinggapi perasaan lelah dan tidak puas?

Kini seiring berkembang dan majunya teknologi dan dunia media sosial, Anda tak perlu lagi kesulitan menentukan besarnya gaji dan perencaan karir Anda. Indonesia kini sudah memiliki fitur Salary Benchmark dari Karir.com

Mengapa Salary Benchmark?

Karir.com berkerja sama dengan Kelly Services Indonesia dan Fokus Finansial memberikan kemudahan dengan menghadirkan fitur andalannya yaitu Salary Benchmark.

Fitur inilah yang akan menghitung berapa seharusnya gaji Anda saat ini dengan mempertimbangkan posisi, industri dan lamanya Anda berkarir.

Selain itu, fitur ini pun juga punya panduan karir dalam Career Tips dan panduan cara mengelola keuangan dalam Financial Tips yang sesuai dengan besarnya gaji Anda.

“Salary Benchmark sangat mudah digunakan dan data user pun aman. Jadi kita isi data kita dan yang tau hanya kita. Salary Benchmark bisa jadi tolak ukur gaji untuk tahu berapa seharunya gaji kita di pasaran sesuai level kita,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com.

Lebih dari 20.000 Pengguna

Sejak online Oktober 2015 hingga hari ini, Salary Benchmark telah digunakan oleh lebih dari 20.000 pengguna profesional Indonesia.

Aku dulu ga tau apa-apa soal gaji dan kontrak kerja, tapi setelah lihat Salary Benchmark jadi tau, celoteh seorang pengguna di sebuah kereta komuter selepas jam kerja.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!